DPRD Kaltim Dorong Swasembada Daging, Limbah Sawit Diusulkan Jadi Pakan Alternatif

- Jurnalis

Senin, 4 Agustus 2025 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud. (ist)

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud. (ist)

SAMARINDA – Kalimantan Timur dinilai berada dalam posisi rawan ketahanan pangan, khususnya dalam sektor pasokan daging sapi, akibat tingginya ketergantungan pada distribusi dari luar daerah. Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menilai kondisi ini sebagai ancaman serius yang membutuhkan terobosan berbasis potensi lokal.

“Ketahanan pangan kita bisa terganggu jika selalu bergantung pada pasokan luar. Harus ada langkah konkret agar peternakan sapi di Kaltim bisa mandiri,” ujarnya, Senin (4/8/2025).

Sebagai langkah awal, Hasanuddin mengusulkan pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai pakan alternatif. Menurutnya, limbah dari industri perkebunan ini selama ini belum dioptimalkan, padahal berpotensi besar menekan biaya produksi peternakan.

“Limbah sawit itu sumber daya yang terabaikan. Kalau dikelola dengan baik, bisa jadi pakan murah dan berkualitas,” kata politisi Partai Golkar itu.

Ia meyakini sinergi antara sektor peternakan dan perkebunan akan membentuk ekosistem ekonomi baru yang saling menguatkan. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus membuka lapangan kerja di perdesaan.

DPRD Kaltim, kata Hasanuddin, mendorong pembentukan roadmap swasembada daging sapi melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan akademisi. Ia menekankan pentingnya keluar dari kebijakan lama yang terbukti tidak efektif.

“Swasembada daging di Kaltim itu sangat mungkin dicapai. Kuncinya kolaborasi dan keberanian berpikir di luar pola lama,” tegasnya.

Hasanuddin berharap pendekatan berbasis inovasi ini akan menjadikan peternakan lokal sebagai pilar utama ketahanan pangan, serta mengurangi ketergantungan pada pasokan daging dari luar yang kerap tidak stabil dan fluktuatif. (adv

Berita Terkait

DPRD Kaltim Minta Pengelolaan Pulau Kakaban Libatkan Masyarakat Sejak Awal
DPRD Kaltim Soroti Potensi Tergusurnya Sekolah Swasta dalam Skema Pendidikan Gratis 12 Tahun
Sigit Soroti Rumitnya Administrasi Publik: Dari Pajak Kendaraan hingga Legalitas Tanah
Syarifatul Sya’diah Dorong CSR Tambang Fokus Kembangkan UMKM Lokal
DPRD Kaltim Soroti Lambannya Sertifikasi Tanah, Salehuddin: Tak Bisa Biarkan Warga Terjebak Ketidakpastian Hukum
DPRD Kaltim Desak Percepatan Perbaikan Jalan Poros Belayan: Penopang Ekonomi Pedalaman yang Terabaikan
DPRD Kaltim Wanti-Wanti Risiko Penyelewengan Dana Besar Koperasi Merah Putih
Mediasi Tapal Batas Bontang–Kutim Makin Mengemuka, DPRD Kaltim Desak Penyelesaian Pro-Rakyat
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:36 WIB

Mantapkan Konsolidasi Edi Oloan Lantik Relawan

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:08 WIB

Pimpin IKA PMII Kukar, Al Hifni A Siap Optimalkan Peran Alumni untuk Pembangunan Daerah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:12 WIB

Ini Tiga Kandidat Ramaikan Bursa Calon Ketua IKA PMII Kukar Periode 2026–2031

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:12 WIB

Ribuan Warga Kaltim Bakal Terima PIP, BSPS, PTSL hingga Listrik Gratis

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:40 WIB

Cetak Lulusan Berkualitas, ITKES Wiyata Husada Samarinda Targetkan Status Universitas dengan Akreditasi Unggul

Minggu, 8 Februari 2026 - 08:23 WIB

Pengurus MWC NU, Ranting NU, dan PAC Muslimat NU Kota Bangun Masa Khidmat 2025–2030 Resmi Dilantik

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:59 WIB

Gunung Pegole Jadi Lokasi Uji Terbang Paralayang, Potensi Wisata Alam Sebulu Kian Menonjol

Senin, 22 Desember 2025 - 20:30 WIB

Revitalisasi Pasar Tradisional dan Keadilan Ekonomi: Membaca Pasar Pagi Samarinda dari Perspektif Maqāṣid Syariah

Berita Terbaru

Daerah

Mantapkan Konsolidasi Edi Oloan Lantik Relawan

Minggu, 19 Jul 2026 - 06:36 WIB

Kalimantan Timur

Ribuan Warga Kaltim Bakal Terima PIP, BSPS, PTSL hingga Listrik Gratis

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:12 WIB