Mudyat Noor Bidik Peluang Usaha dari Limbah Sawit, UMKM PPU Didorong Lakukan Hilirisasi

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati PPU, Mudyat Noor. (Zaa/Fajarborneo)

Bupati PPU, Mudyat Noor. (Zaa/Fajarborneo)

Fajarborneo.com, Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai melirik potensi pengolahan limbah kelapa sawit sebagai peluang usaha baru. Pemanfaatan bahan sisa perkebunan tersebut dinilai dapat menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Mudyat saat membuka Workshop Hilirisasi Limbah Sawit Berbasis UMKM di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Selasa (20/10/2026).

Mudyat yang juga menjabat Ketua Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) mengatakan, pengembangan sektor sawit tidak seharusnya hanya bertumpu pada produksi tandan buah segar (TBS) dan minyak sawit mentah. Pemanfaatan limbah perkebunan juga perlu dikembangkan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

“Pengembangan sektor kelapa sawit tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi tandan buah segar dan minyak sawit mentah, tetapi juga harus diiringi dengan optimalisasi pemanfaatan limbah perkebunan agar memiliki nilai ekonomi melalui pengolahan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan,” ujar Mudyat.

Menurutnya, limbah sawit memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai jual. Melalui keterlibatan UMKM, potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perkebunan.

Ia pun berharap workshop tersebut tidak berhenti pada pemberian materi dan pengetahuan. Pelatihan itu harus mampu mendorong peserta menerapkan keterampilan yang diperoleh sehingga muncul usaha baru berbasis potensi lokal.

Selain menambah peluang usaha, pengembangan produk olahan limbah sawit diharapkan dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat daya saing UMKM di PPU.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU, Yusuf Basra, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja AKPSI yang didukung pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Ia menyebutkan, workshop dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dalam mengolah limbah kelapa sawit menjadi produk yang berpotensi dikembangkan secara komersial.

“Melalui workshop ini, kami berharap masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah kelapa sawit menjadi produk yang memiliki nilai tambah serta berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha,” kata Yusuf.

Perwakilan BPDPKS, Anwar Sadat, menambahkan kelapa sawit memiliki potensi pemanfaatan yang luas sebagai bahan baku berbagai produk turunan. Pengembangannya bahkan dapat menjangkau sejumlah sektor, mulai dari pangan hingga kosmetik.

Menurutnya, potensi tersebut perlu disosialisasikan lebih luas agar masyarakat dapat mengenali peluang usaha yang sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan pasar.

“Kelapa sawit tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk turunan yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Anwar menegaskan, BPDPKS mendukung upaya sosialisasi dan pengembangan pemanfaatan kelapa sawit beserta produk turunannya. Ia berharap kegiatan serupa dapat memperluas wawasan masyarakat dan mendorong pertumbuhan UMKM berbasis sawit secara berkelanjutan.

Workshop tersebut turut dihadiri Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Ketua DPRD PPU Raup Muin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pelaku UMKM, petani dan pengusaha sawit, anggota koperasi sawit, hingga perwakilan organisasi dan komunitas usaha di Kabupaten PPU.

(Adv/Zaa/FB)

Berita Terkait

Dishub PPU Optimistis Target Pendapatan Pelabuhan Rp10 Miliar Tercapai pada 2027
SK Perpanjangan PPPK Paruh Waktu PPU Segera Dibagikan, Pencetakan Capai 80 Persen
Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Tiga Wilayah PPU, Nelayan Diharapkan Hemat Biaya Operasional
Diskominfo PPU Publikasikan 4.728 Data Statistik Sektoral, Capai 90,3 Persen dari Target
Loading Batu Bara Terhenti Sejak Januari, Target Pendapatan Pelabuhan PPU Terancam
PPPK Paruh Waktu PPU Berpeluang Jadi Penuh Waktu, BKPSDM Soroti Kemampuan APBD
MPPD PPU Terkendala Server dan Integrasi Data, Diskominfo Upayakan Optimalisasi
Hari Santri 2026, Wabup PPU Tekankan Peran Santri dalam Pembangunan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Dishub PPU Optimistis Target Pendapatan Pelabuhan Rp10 Miliar Tercapai pada 2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:39 WIB

SK Perpanjangan PPPK Paruh Waktu PPU Segera Dibagikan, Pencetakan Capai 80 Persen

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Tiga Wilayah PPU, Nelayan Diharapkan Hemat Biaya Operasional

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Loading Batu Bara Terhenti Sejak Januari, Target Pendapatan Pelabuhan PPU Terancam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:00 WIB

PPPK Paruh Waktu PPU Berpeluang Jadi Penuh Waktu, BKPSDM Soroti Kemampuan APBD

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:00 WIB

MPPD PPU Terkendala Server dan Integrasi Data, Diskominfo Upayakan Optimalisasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:43 WIB

Hari Santri 2026, Wabup PPU Tekankan Peran Santri dalam Pembangunan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Pemkab PPU Minta Perusahaan Transparan Kelola CSR, Program 2027 Harus Tepat Sasaran

Berita Terbaru