Fajarborneo.com, Kutai Kartanegara – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menjadi perhatian DPRD. Komisi II DPRD Kukar menilai keterbatasan kuota menjadi salah satu persoalan yang perlu segera dibahas agar pasokan BBM bagi masyarakat tetap terpenuhi.
Anggota Komisi II DPRD Kukar, Rahmat Dermawan, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan DPRD di Balikpapan terkait persoalan ketersediaan BBM.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyamakan persepsi sekaligus mencari langkah yang dapat ditempuh dalam menyikapi keterbatasan pasokan BBM di wilayah Kukar.
Rahmat menyebut persoalan kuota menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan BBM di lapangan. Ketika kuota terbatas, pasokan yang diterima masyarakat ikut terdampak.
“Memang ketersediaan kelangkaan ini kan karena memang kuotanya memang terbatas dan kurang,” kata Rahmat, Selasa (13/10/2026).
Atas kondisi tersebut, Komisi II DPRD Kukar meminta Pertamina mempertimbangkan penambahan kuota, terutama untuk jenis BBM yang saat ini mengalami kelangkaan di sejumlah wilayah.
Menurut Rahmat, tambahan kuota diperlukan agar pasokan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berjalan.
“Kita meminta pihak Pertamina untuk menambah kuota dari BBM yang hari ini memang mengalami kelangkaan di Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Komisi II juga membuka peluang untuk membahas persoalan tersebut secara langsung bersama Pertamina dan pihak terkait. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menggelar rapat dengar pendapat (RDP).
Namun, langkah tersebut belum diputuskan. Saat ini komunikasi dengan pihak terkait masih dilakukan secara lisan, sementara internal Komisi II masih membahas kemungkinan mengirimkan surat resmi maupun menggelar RDP.
“Kalau kita sih sudah berkoordinasi secara lisan, cuma mungkin nanti kita perhatikan apa kita perlu bersurat atau RDP. Saya masih kita diskusikan nanti di internal komisi,” pungkasnya.
(Hen/FB)










