Akbar Haka Dorong 14 Titik Hidran dan Tandon Air, Tak Ingin Tunggu Anggaran 2027

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kukar komisi IV, Akhmad Akbar Haka Saputra saat berada di ruang rapat pada Senin, (12/10/26). (Hen/Fajarborneo).

Anggota DPRD Kukar komisi IV, Akhmad Akbar Haka Saputra saat berada di ruang rapat pada Senin, (12/10/26). (Hen/Fajarborneo).

Fajarborneo.com, Kutai Kartanegara – DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong percepatan penyediaan tandon air dan pemasangan 14 titik hidran di kawasan rawan kebakaran. Langkah ini menjadi perhatian setelah insiden kebakaran di kawasan Segitiga Merah, Kelurahan Melayu, Tenggarong.

Pengerjaan fasilitas tersebut diharapkan tidak harus menunggu anggaran 2027. DPRD Kukar mendorong agar pekerjaan dapat dimulai secara bertahap melalui swadaya, anggaran pergeseran atau perubahan, serta dukungan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR).

Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Akhmad Akbar Haka Saputra, mengatakan rapat dengar pendapat (RDP) pada Senin (12/10/2026) menjadi momentum untuk mengevaluasi penanganan kebakaran sekaligus membahas langkah antisipasi di kawasan permukiman padat.

“Dari hasil rapat tadi, kita sepakati akan ada bantuan tandon air. Kemudian, ada 14 titik hidran yang kita fokuskan terlebih dahulu di kawasan tersebut karena PDAM juga telah menyanggupi penyediaan pipa induknya,” ujarnya.

Menurut Akbar, penanganan tidak hanya perlu difokuskan di kawasan Segitiga Merah dan Danau Aji. Sejumlah wilayah lain, seperti Gunung Jati dan Jalan Alimudin, juga perlu mendapat perhatian karena memiliki permukiman padat dan tidak dilalui jalur air seperti Sungai Mahakam maupun aliran sungai lainnya.

Ia menegaskan, hasil RDP perlu segera ditindaklanjuti melalui pemetaan kebutuhan dan pembagian skema pembiayaan. Dengan begitu, pekerjaan yang memungkinkan dapat dimulai lebih awal tanpa harus menunggu seluruh anggaran tahun depan tersedia.

“Harapannya, hasil RDP hari ini tidak hanya menunggu anggaran tahun depan. Kita ingin langsung bergerak, mana yang bisa dikerjakan secara swadaya, mana yang bisa melalui anggaran pergeseran atau perubahan, mana yang dianggarkan pada 2027, dan mana yang bisa kita tarik dari sektor swasta, terutama melalui CSR,” tegasnya.

Akbar juga mengingatkan agar upaya pencegahan kebakaran tidak hanya berpusat pada dua kawasan tersebut. Permukiman padat lainnya perlu dipetakan berdasarkan tingkat kerawanan dan kebutuhan masing-masing wilayah, sehingga penempatan tandon serta jaringan hidran dapat dilakukan secara tepat.

Namun, penyediaan fasilitas itu membutuhkan dukungan masyarakat. Ia menyebut adanya laporan mengenai sebagian warga yang menolak pemasangan pipa maupun penempatan tandon air di sekitar rumah mereka.

Karena itu, Akbar mendorong camat, forum RT, dan pemerintah kelurahan melakukan pendekatan persuasif kepada warga. Sosialisasi dari rumah ke rumah dinilai penting agar masyarakat memahami fungsi tandon dan hidran dalam membantu petugas memadamkan api ketika kebakaran terjadi.

“Kita perlu turun untuk melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah di setiap kawasan dan kelurahan terkait penempatan pipa hidran dan tandon air. Forum RT dan camat di wilayah Tenggarong diharapkan bisa turun langsung ke masyarakat dan melakukan pendekatan secara persuasif,” katanya.

Selain ketersediaan air, Akbar turut menyoroti kebutuhan armada pemadam kebakaran di wilayah yang jauh dari pusat kota. Menurutnya, keberadaan unit pemadam kebakaran di tingkat kelurahan atau desa perlu dipertimbangkan agar penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.

Ia mencontohkan Desa Rapak Lambur yang masih harus menunggu kedatangan mobil pemadam kebakaran dari Tenggarong ketika terjadi kebakaran. Jarak tempuh tersebut berpotensi memperlambat penanganan sehingga api dapat membesar sebelum petugas tiba di lokasi.

“Kalau terjadi kebakaran di Rapak Lambur, sering kali warga harus menunggu mobil Damkar dari Tenggarong. Akibatnya, api sudah telanjur membesar sebelum mobil pemadam tiba,” pungkasnya.

(Hen/FB)

Berita Terkait

DPRD Kukar Percepat Hibah Aset ke Yayasan Unikarta, Kampus Ditargetkan Jadi Unggulan
DPRD Kukar Desak Aset Unikarta Terbengkalai Segera Dihidupkan Kembali
Disdamkarmatan Kukar Cari Solusi Pasokan Air, Tandon 5.000 Liter dan Hidran Jadi Prioritas
Pemkab Kukar Siapkan Opsi Penataan P3K, BKPSDM Masih Kaji Regulasi
DPRD Kukar Desak BKPSDM Segera Tata P3K Optimalisasi Berbasis Domisili
BBM Langka di Kukar, DPRD Minta Pertamina Tambah Kuota
Efisiensi Anggaran Berdampak pada Fasilitas Sekolah, DPRD Kukar Dorong Dukungan APBN
DPRD Kukar Desak Penataan P3K Sesuai Domisili, Ahmad Yani Tawarkan Dua Solusi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:21 WIB

DPRD Kukar Percepat Hibah Aset ke Yayasan Unikarta, Kampus Ditargetkan Jadi Unggulan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:16 WIB

Akbar Haka Dorong 14 Titik Hidran dan Tandon Air, Tak Ingin Tunggu Anggaran 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:11 WIB

DPRD Kukar Desak Aset Unikarta Terbengkalai Segera Dihidupkan Kembali

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:05 WIB

Disdamkarmatan Kukar Cari Solusi Pasokan Air, Tandon 5.000 Liter dan Hidran Jadi Prioritas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Pemkab Kukar Siapkan Opsi Penataan P3K, BKPSDM Masih Kaji Regulasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:22 WIB

BBM Langka di Kukar, DPRD Minta Pertamina Tambah Kuota

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Efisiensi Anggaran Berdampak pada Fasilitas Sekolah, DPRD Kukar Dorong Dukungan APBN

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:14 WIB

DPRD Kukar Desak Penataan P3K Sesuai Domisili, Ahmad Yani Tawarkan Dua Solusi

Berita Terbaru