Fajarborneo.com, Kutai Kartanegara – Kebakaran melanda kawasan Jalan Kartini, Gang Karya, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 23.50 WITA. Kebakaran tersebut berdampak pada permukiman warga di RT 61 dan RT 26, serta sebagian bangunan SDN 021 Tenggarong.
Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya sembilan bangunan permukiman terdampak. Hingga Rabu (14/10/2026) dini hari, petugas masih melakukan verifikasi untuk memastikan jumlah bangunan, warga, dan kepala keluarga yang terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong, Isnaniah, mengatakan dua RT yang terdampak berada di kawasan Gang Karya. Data awal menunjukkan dampak kebakaran paling banyak berada di RT 61, sementara RT 26 juga mengalami kerusakan pada sejumlah rumah.
“Berdasarkan data sementara, ada dua RT yang terdampak, yakni RT 61 dan RT 26. Dampak terbanyak sementara berada di RT 61, dengan perkiraan sekitar delapan bangunan. Namun, kami belum mendapatkan data terperinci mengenai jumlah jiwa dan kepala keluarga yang terdampak,” ujarnya saat proses pendinginan berlangsung, Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 01.15 WITA.
Selain permukiman warga, api juga berdampak pada sebagian bangunan SDN 021 Tenggarong yang berada di kawasan Gang Karya. Pendataan masih dilakukan untuk memastikan keseluruhan kerusakan akibat kebakaran tersebut.
Di tengah proses penanganan, beredar informasi mengenai dugaan adanya warga yang mengalami luka bakar maupun seorang anak laki-laki yang dibawa ke rumah sakit. Namun, pihak kecamatan menegaskan informasi tersebut belum dapat dipastikan.
“Ada informasi mengenai seseorang yang mengalami luka bakar, tetapi kami belum menerima laporan yang benar-benar pasti. Kami tidak ingin menyampaikan informasi yang keliru karena belum mengetahui secara jelas apakah orang tersebut memang mengalami luka bakar atau dibawa ke rumah sakit karena kondisi kesehatan lainnya,” jelas Isnaniah.
Pihak kecamatan juga menerima informasi awal mengenai seorang laki-laki berusia sekitar 40 tahun yang diduga berada di dalam rumah ketika kebakaran terjadi. Laki-laki tersebut disebut memiliki riwayat stroke, tetapi identitas dan kondisi orang yang dibawa ke rumah sakit masih perlu dipastikan.
“Kami meminta ketua RT memastikan siapa yang dibawa ke rumah sakit dan bagaimana kondisinya,” katanya.
Untuk penanganan pascakebakaran, pemerintah kecamatan memprioritaskan pendataan bangunan dan warga terdampak. Petugas juga memastikan kebutuhan dasar warga menjadi perhatian agar tidak ada keluarga yang terlantar setelah kehilangan tempat tinggal.
“Langkah pertama adalah mendata jumlah bangunan yang terdampak dan memastikan kondisi seluruh warga, termasuk memastikan tidak ada keluarga yang terlantar malam ini. Kami akan memastikan posko bantuan dapat beroperasi dan melakukan pendataan terhadap warga terdampak,” ungkapnya.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Pihak kecamatan menegaskan bahwa kesimpulan mengenai sumber api harus menunggu pemeriksaan tim Identifikasi (Inafis) dari kepolisian.
“Kami tidak bisa menyimpulkan sumber api sebelum tim Inafis datang dan melakukan pemeriksaan. Penyebab kebakaran harus menunggu hasil pemeriksaan pihak yang berwenang,” pungkasnya.
(Hen/FB)










