Damkar Kukar Dorong Perluasan Hidran Kering, Atasi Krisis Air Saat Kebakaran

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani pasca kebakaran Jl Danau Aji dan Jl Alimudin Tenggarong, Selasa (06/10/26). (Bii/Lewatkata)

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani pasca kebakaran Jl Danau Aji dan Jl Alimudin Tenggarong, Selasa (06/10/26). (Bii/Lewatkata)

Fajarborneo.com, Kutai Kartanegara – Keterbatasan sumber air masih menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran di kawasan permukiman Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar mendorong perluasan sistem hidran kering, terutama di wilayah yang rawan kebakaran.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menyampaikan hal tersebut saat mengevaluasi penanganan kebakaran di kawasan Jalan Alimudin dan Jalan Danau Aji, Tenggarong, Senin (5/10/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Afe itu, pembangunan sistem hidran membutuhkan keterlibatan lintas instansi. Damkar tidak dapat bekerja sendiri karena perencanaan hingga pengembangan jaringan harus melibatkan perangkat daerah yang menangani permukiman, pekerjaan umum, serta perusahaan air minum.

“Kalau saya bilang hidran itu harus, tapi Damkar dalam hal ini tidak bisa bergerak sendiri,” ujar Afe, Selasa (6/10/2026).

Ia menjelaskan, Damkar dapat menyusun perencanaan hidranisasi di kawasan permukiman. Namun, realisasi dan pengembangannya memerlukan dukungan pimpinan serta koordinasi dengan instansi terkait.

Salah satu upaya yang telah dilakukan ialah membangun hidran kering. Sistem ini membantu petugas menjangkau sumber air melalui jaringan pipa sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pengambilan air dari lokasi yang jauh.

“Yang sudah kita jalankan kemarin itu hidran kering, murni inisiasi Damkar yang bisa kita lakukan. Tapi dalam konteks terbatas,” katanya.

Afe menyebutkan, jaringan hidran kering yang dibangun hingga kawasan Simpang Tiga Kartini memiliki panjang sekitar 980 meter. Berdasarkan evaluasi, jaringan tersebut berfungsi sesuai perencanaan, tetapi masih terbatas karena mengarah ke satu titik.

“Kalau kita evaluasi, Alhamdulillah bisa dikatakan 100 persen berfungsi dengan baik sesuai dengan perencanaan kita. Tapi itu mengarah kepada satu titik,” jelasnya.

Keterbatasan jaringan tersebut membuat petugas masih harus mencari sumber air lain ketika kebutuhan pengisian ulang meningkat. Dalam kondisi tertentu, proses mengantre dan mengisi kembali tangki membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 20 menit.

Afe menggambarkan, saat penanganan kebakaran di kawasan Jalan Danau Aji dan Jalan Alimudin, petugas telah mengeluarkan tiga tangki air dalam waktu sekitar 30 menit. Masing-masing tangki memiliki kapasitas 6.000 liter, 14.000 liter, dan 10.000 liter.

“Dalam konteks saya melakukan tugas kemarin, sebenarnya, ya ini kita bukan berandai-andai. Faktanya di lapangan, dalam kurang lebih 30 menit, saya memuntahkan tiga tangki dengan kapasitas 6.000, 14.000, 10.000. Itu sebenarnya dua bangunan,” jelasnya.

Namun, ketika petugas kembali membutuhkan air, perubahan arah angin membuat kobaran api membesar kembali. Kondisi itu memperlihatkan pentingnya ketersediaan sumber air yang memadai untuk mendukung pemadaman, terutama di kawasan padat penduduk.

“Artinya kembali kepada sumber air. Apa yang sudah beberapa tahun yang lalu kita diskusikan, apa kendala kita di sini, kembali kepada sumber air,” tegasnya.

Menurut Afe, pembangunan hidran tidak cukup hanya dengan menentukan lokasi pemasangan. Perencanaan juga harus mempertimbangkan luas kawasan, jangkauan pelayanan, tekanan air, serta sistem penggerak yang digunakan.

Jika jaringan hidran memanfaatkan pasokan perusahaan air minum, tekanan air juga perlu diperhitungkan. Tekanan yang terlalu tinggi berpotensi mengganggu jaringan distribusi rumah tangga yang terhubung dengan sistem tersebut.

“Kalau kita tandon dengan milik PDAM, kita katakan mungkin airnya terbatas dengan berapa tekanan yang diberi oleh PDAM. Karena PDAM bukan tidak bisa memberikan tekanan bar yang kuat, tetapi apabila dia memberikan tekanan bar yang kuat, berarti jaringan rumah tangga yang akan pecah, ya kalah,” jelas Afe.

Ia menilai hidran kering dapat menjadi salah satu solusi proteksi kebakaran di kawasan permukiman. Meski demikian, penerapannya membutuhkan perencanaan matang, dukungan anggaran, serta kolaborasi berbagai pihak.

Afe berharap pengembangan jaringan hidran kering dapat dilanjutkan hingga menjangkau kawasan permukiman yang dinilai rawan kebakaran, termasuk kawasan segitiga Danau Aji.

“Mudah-mudahan itu ada yang mau mendorong lewat DPRD, lewat TAPD. Kita masuk, kita teruskan saja pipa hidran kering itu masuk ke wilayah permukiman segitiga ini,” pungkasnya.

(Bii/FB)

Berita Terkait

Jalan Pandawa Muara Jawa Tuntas Diaspal, Warga Kini Lebih Nyaman
DPRD Kukar Soroti Harga Kedelai, Perajin Tempe Tertekan
54 Warga Kukar Menanti Legalitas Lahan 300 Hektare
Bupati Kukar Berduka, Orang Tua Dua Anak Korban Kebakaran Jalani Operasi
Kebakaran di Tenggarong Tewaskan Dua Anak, 11 Rumah Terbakar
Fida Hurasani Minta Data Korban Kebakaran Tenggarong Dipastikan, Bangunan Terdampak Belum Final
Kebakaran Jalan Kartini Tenggarong Hanguskan Sejumlah Rumah dan Berdampak ke SDN 021
DPRD Kukar Percepat Hibah Aset ke Yayasan Unikarta, Kampus Ditargetkan Jadi Unggulan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Jalan Pandawa Muara Jawa Tuntas Diaspal, Warga Kini Lebih Nyaman

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:10 WIB

DPRD Kukar Soroti Harga Kedelai, Perajin Tempe Tertekan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:04 WIB

54 Warga Kukar Menanti Legalitas Lahan 300 Hektare

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Bupati Kukar Berduka, Orang Tua Dua Anak Korban Kebakaran Jalani Operasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Kebakaran di Tenggarong Tewaskan Dua Anak, 11 Rumah Terbakar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Kebakaran Jalan Kartini Tenggarong Hanguskan Sejumlah Rumah dan Berdampak ke SDN 021

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:21 WIB

DPRD Kukar Percepat Hibah Aset ke Yayasan Unikarta, Kampus Ditargetkan Jadi Unggulan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:16 WIB

Akbar Haka Dorong 14 Titik Hidran dan Tandon Air, Tak Ingin Tunggu Anggaran 2027

Berita Terbaru

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kukar, Rahmat Dermawan saat meninjau ke sentra produksi tempe di Kelurahan Muara Jawa Ulu. (Istimewa)

Daerah

DPRD Kukar Soroti Harga Kedelai, Perajin Tempe Tertekan

Rabu, 14 Okt 2026 - 21:10 WIB

Suasana Rapat terkait lahan masyarakat adat di Gedung DPRD Kukar. (Hen/Fajarborneo)

Daerah

54 Warga Kukar Menanti Legalitas Lahan 300 Hektare

Rabu, 14 Okt 2026 - 21:04 WIB