Fajarborneo.com, Kutai Kartanegara – Ketersediaan fasilitas pendidikan di Daerah Pemilihan (Dapil) V Kutai Kartanegara (Kukar) masih membutuhkan perhatian. Anggota Komisi II DPRD Kukar, Eko Wulandanu, memperkirakan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah tersebut baru mencapai 70 persen.
Artinya, masih ada sekitar 30 persen kebutuhan yang harus dipenuhi agar fasilitas sekolah dapat menunjang proses belajar-mengajar secara lebih optimal.
Eko menilai, pendidikan harus menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan daerah. Sebab, kemajuan suatu wilayah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam maupun kekuatan ekonominya, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.
“Sekuat apa pun sebuah daerah dan sekaya apa pun daerah tersebut, kalau kualitas sumber daya manusianya tidak mendukung pembangunan, tentu pembangunan tidak akan berjalan semestinya, bahkan bisa berjalan lambat,” jelasnya, Rabu (28/10/2026).
Di sisi lain, upaya melengkapi fasilitas sekolah menghadapi tantangan keterbatasan anggaran. Kondisi efisiensi yang tengah berlangsung mengharuskan pemerintah lebih cermat dalam menentukan kebutuhan yang harus didahulukan.
“Tantangan kita ke depan adalah menghadapi efisiensi anggaran yang sedang kita alami saat ini,” katanya.
Meski demikian, Eko menilai kekurangan fasilitas pendidikan tetap perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan. Pemenuhan sarana dan prasarana secara bertahap diharapkan dapat memperkecil kesenjangan fasilitas sekolah dan memberikan dukungan yang lebih baik bagi siswa.
Ia menegaskan, masih besarnya kebutuhan yang belum terpenuhi menjadi pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan agar fasilitas pendidikan di Dapil V dapat mencapai kondisi yang diharapkan.
“Jadi, masih ada 30 persen yang harus kita kejar untuk mencapai 100 persen, agar anak-anak kita memiliki fasilitas yang cukup untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar,” tutupnya.
(Adv/Hen/FB)











