Fajarborneo.com, Kutai Barat – Olahraga padel mulai membangun pijakan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kubar resmi memiliki kepengurusan periode 2026-2030 setelah Andy Tanaya terpilih sebagai ketua dalam Musyawarah Cabang (Muscab) pembentukan PBPI Kubar.
Muscab digelar di Kedai Cuin-Cuin, Kecamatan Barong Tongkok, Jumat (25/09/2026) kemarin malam. Pembentukan kepengurusan ini menjadi langkah awal untuk membangun wadah organisasi sekaligus menyiapkan pembinaan atlet padel di Kubar.
Andy mengatakan, sebagai kepengurusan pertama, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk membangun fondasi organisasi. Ia berharap kepengurusan hingga 2030 dapat meninggalkan catatan positif bagi perkembangan padel di Kubar.
“Karena kepengurusan ini sampai 2030, siapapun nanti yang meneruskan, kita sudah bangun pondasinya. Kita perintisnya, sehingga orang akan mengingat bahwa kepengurusan pertama PBPI di Kutai Barat adalah bagian dari sejarah,” kata Andy.
Menurutnya, kepengurusan pertama tidak boleh hanya menjadi formalitas organisasi. PBPI Kubar harus mampu melahirkan kegiatan dan pembinaan yang memberikan dampak terhadap perkembangan olahraga padel di daerah.
“Orang akan mengingat itu kalau kita bisa menghasilkan sesuatu yang positif,” ujarnya.
Pembentukan PBPI Kubar dilakukan setelah Andy berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait olahraga, di antaranya Ketua KONI Kubar, Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Kaltim Dandri Dauri, serta Ketua Umum Pengprov PBPI Kaltim Bermot YM Silitonga.
Dari hasil komunikasi tersebut, Andy mendapat dorongan agar kepengurusan padel di Kubar segera dibentuk. Langkah ini dinilai penting seiring mulai berkembangnya olahraga padel dan masuknya cabang tersebut dalam agenda olahraga daerah.
“Setelah saya melakukan koordinasi dan komunikasi, baik Kabupaten Kutai Barat, Wakil Ketua II KONI Provinsi Bang Dandri Dauri, dan Ketua PBPI Kaltim Bang Bermot yang menyarankan agar segera dibentuk kepengurusan Padel Kabupaten Kutai Barat,” jelasnya.
Padel dijadwalkan tampil dalam Porprov Kaltim 2026 dengan status eksibisi. Dengan terbentuknya kepengurusan daerah, Andy berharap Kubar dapat mengirimkan atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Padel akan dipertandingkan di Porprov 2026. Sifatnya eksibisi, tentunya kami diharapkan oleh Pengprov PBPI Kubar agar dapat mengirimkan atletnya,” terangnya.
Andy melihat peluang perkembangan padel cukup terbuka karena olahraga tersebut mulai diminati masyarakat, khususnya kalangan anak muda. Selain aktivitas olahraga, padel juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Karena itu, keberadaan organisasi menjadi penting agar perkembangan padel memiliki arah pembinaan yang jelas. PBPI Kubar nantinya tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga mendorong pembinaan atlet secara bertahap.
Dalam waktu dekat, PBPI Kubar akan mempersiapkan atlet untuk mengikuti berbagai kejuaraan. Namun, Andy memilih tidak memasang target prestasi terlalu dini karena fokus awal kepengurusan adalah memastikan organisasi berjalan baik, pembinaan atlet berlangsung terarah, serta mendorong pembangunan sarana dan prasarana lapangan padel.
“Kita tidak usah bicara target dulu. Kita bicara bagaimana organisasi ini bisa dijalankan dengan baik dan ke depan lapangan padel bisa dibangun di Kutai Barat. Tentu harus bersinergi dengan pemerintah daerah. Kalau target itu akan datang dengan sendirinya ketika organisasi dijalankan dengan benar dan on the track,” katanya.
PBPI Kubar juga menargetkan atlet dapat aktif mengikuti berbagai agenda padel di luar daerah. Turnamen di Samarinda, Balikpapan maupun daerah lain akan menjadi kesempatan bagi atlet Kubar untuk menambah pengalaman bertanding.
“Nanti kalau ada event-event di Samarinda atau Balikpapan, kita harus kirimkan atlet. Event-nya tentu yang berkaitan dengan padel karena olahraga ini sedang digandrungi dan sedang naik daun,” ujar Andy.
Selain pembinaan atlet, PBPI Kubar akan mengupayakan tersedianya fasilitas olahraga padel di daerah. Keberadaan lapangan dinilai penting agar masyarakat memiliki akses untuk berlatih sekaligus mengenal olahraga tersebut secara lebih luas.
Andy mengatakan pihaknya akan menjajaki peluang pembangunan lapangan padel di Kubar yang nantinya diharapkan dapat menjadi pusat latihan sekaligus ruang bagi masyarakat untuk mengenal olahraga tersebut.
“Kami akan mengupayakan agar lapangan padel juga ada di Kubar,” tegasnya.
Andy menilai padel memiliki kedekatan dengan tenis. Kemampuan dasar yang dimiliki pemain tenis dinilai dapat menjadi modal untuk beradaptasi dengan padel, sehingga pembinaan kedua olahraga tersebut dapat berjalan beriringan.
“Kalau melihat olahraga ini sangat beririsan dengan tenis, tidak menutup kemungkinan orang yang sudah pandai bermain tenis dapat juga bermain padel,” pungkasnya.
(*)










