Fajarborneo.com, Kutai Kartanegara – Pemulihan ekonomi Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai perlu menyentuh langsung kehidupan masyarakat agar pergerakan ekonomi kembali tumbuh dan manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan kelompok tertentu. Anggota Komisi II DPRD Kukar, Eko Wulandanu, menekankan pentingnya langkah bersama antara pemerintah daerah dan DPRD untuk menjawab kondisi tersebut.
Eko mengatakan, berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi warga masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditangani melalui kebijakan yang tepat. Hal itu, menurutnya, tercermin dari aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam kegiatan reses maupun rapat dengar pendapat (RDP).
“Kalau berdasarkan hasil kunjungan-kunjungan di lapangan, baik melalui reses maupun RDP, persoalan-persoalan masyarakat saat ini masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama, baik bagi pihak eksekutif maupun legislatif,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Ia menilai, lambatnya perputaran ekonomi menunjukkan bahwa upaya pemulihan masih perlu diperkuat. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali bergerak dan berkembang sesuai harapan.
“Kondisi yang terjadi saat ini menjadi perhatian dan harapan semua pihak. Perputaran ekonomi semakin lambat dan belum bertumbuh sesuai dengan harapan kita semua,” katanya.
Menurut Eko, pemerintah daerah bersama DPRD perlu merumuskan langkah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat masyarakat paling bawah. Pendekatan ini dinilai penting agar kebijakan pembangunan dapat memberikan dampak nyata bagi warga.
“Karena itu, DPRD bersama pemerintah daerah ingin mencari cara agar perekonomian bisa pulih kembali dan tumbuh dari bawah. Sebab, membangun itu memang harus dimulai dari bawah, bukan dari atas,” pungkasnya.
(Adv/Hen/FB)








