DPRD Kaltim Desak Penindakan Truk Tambang Pelanggar Jalur

- Jurnalis

Sabtu, 21 Juni 2025 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda – Ketegangan antara kebutuhan publik dan kepentingan industri kembali mencuat di Kalimantan Timur. Kali ini, sorotan datang dari DPRD Kaltim yang mempertanyakan praktik sejumlah perusahaan tambang dan perkebunan yang masih menggunakan jalan umum untuk aktivitas operasional mereka.

Anggota DPRD Kaltim, Guntur, menyatakan bahwa penggunaan jalan negara oleh kendaraan bermuatan besar bukan hanya berdampak pada kualitas infrastruktur, tetapi juga memunculkan risiko serius bagi keselamatan warga.

“Di banyak wilayah, truk tambang melintas tanpa henti setiap hari. Jalan cepat rusak, debu bertebaran, dan kecelakaan meningkat. Ini bukan sekadar pelanggaran aturan, tapi sudah masuk ranah ketidakadilan,” ungkap Guntur, Sabtu (21/6/2025).

Ia menilai bahwa kerusakan jalan di daerah-daerah seperti Kutai Timur, Berau, dan Kutai Kartanegara tidak bisa dilepaskan dari masifnya aktivitas angkutan hasil tambang dan perkebunan. Padahal, lanjutnya, peraturan perundang-undangan telah mewajibkan perusahaan menyediakan jalur hauling sendiri yang terpisah dari fasilitas publik.

“Perusahaan tahu kewajibannya. Tapi yang terjadi, mereka memilih jalan pintas: pakai jalan rakyat untuk kepentingan korporasi,” ujarnya.

Menurut Guntur, pemerintah daerah selama ini belum menunjukkan keberanian penuh dalam menertibkan pelanggaran tersebut. Ia menilai pendekatan administratif seperti imbauan atau teguran belum cukup untuk menghadirkan efek jera.

“Kalau tidak ditindak, pelanggaran akan terus terjadi. Kami minta aparat gabungan—Dishub, ESDM, kepolisian—lakukan pengawasan langsung. Jangan hanya duduk di balik meja,” tegasnya.

Ia juga mendorong Pemprov Kaltim untuk segera membuat kebijakan yang lebih tegas, termasuk evaluasi izin perusahaan yang terus-menerus melanggar aturan penggunaan jalan umum.

“Jalan itu dibangun dari uang rakyat. Mestinya digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan jadi jalur bebas bagi truk bermuatan ratusan ton,” tambahnya.

Guntur pun mengingatkan bahwa diamnya negara terhadap praktik semacam ini bisa menimbulkan ketimpangan sosial dan memperbesar rasa ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah.

“Negara tidak boleh tunduk pada kepentingan bisnis semata. Tugas kita di legislatif adalah memastikan keadilan itu tegak

Berita Terkait

DPRD Kaltim Minta Pengelolaan Pulau Kakaban Libatkan Masyarakat Sejak Awal
DPRD Kaltim Soroti Potensi Tergusurnya Sekolah Swasta dalam Skema Pendidikan Gratis 12 Tahun
Sigit Soroti Rumitnya Administrasi Publik: Dari Pajak Kendaraan hingga Legalitas Tanah
Syarifatul Sya’diah Dorong CSR Tambang Fokus Kembangkan UMKM Lokal
DPRD Kaltim Dorong Swasembada Daging, Limbah Sawit Diusulkan Jadi Pakan Alternatif
DPRD Kaltim Soroti Lambannya Sertifikasi Tanah, Salehuddin: Tak Bisa Biarkan Warga Terjebak Ketidakpastian Hukum
DPRD Kaltim Desak Percepatan Perbaikan Jalan Poros Belayan: Penopang Ekonomi Pedalaman yang Terabaikan
DPRD Kaltim Wanti-Wanti Risiko Penyelewengan Dana Besar Koperasi Merah Putih
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:46 WIB

Industri Komponen Otomotif Tertekan, PHK Mengiringi Penurunan Penjualan Kendaraan di Indonesia

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:47 WIB

Banyak Laporan Pemilu Tak Tuntas, Bawaslu Kaltim Soroti Lemahnya Kualitas Saksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 05:12 WIB

Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Negara dan Dubes RI di Istana Negara

Minggu, 24 Agustus 2025 - 20:29 WIB

Istiqlal Halal Walk 2025 Resmi Dibuka, Menag Tekankan Pentingnya Literasi Halal

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:22 WIB

Immanuel Ebenezer Resmi Dicopot dari Wamenaker Usai Jadi Tersangka Kasus Pemerasan K3

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Status Tenaga Bakti Rimbawan Kaltim Masih Menggantung, DPRD dan Pemprov Segera Koordinasi dengan Kemenhut

Selasa, 19 Agustus 2025 - 16:16 WIB

Uji Coba QRIS Antarnegara: BI dan PBoC Perkuat Konektivitas Pembayaran Indonesia–China

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:10 WIB

Stok Beras Menipis di Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Distributor Utamakan Pasar Tradisional

Berita Terbaru