Komisi IV DPRD Kaltim Desak Perusahaan Dukung Pendidikan, Soroti Biaya Hidup Jadi Kendala Utama

- Jurnalis

Selasa, 17 Juni 2025 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur menyoroti serius rendahnya angka rata-rata lama sekolah di provinsi tersebut yang masih berada di angka 10,2 tahun. Menurut anggota Komisi IV, Darlis Pattalongi, hal ini menunjukkan bahwa banyak pelajar di Kaltim belum menuntaskan pendidikan hingga jenjang yang semestinya.

Ia menilai program Gratispoll—kebijakan Pemprov Kaltim untuk menggratiskan biaya pendidikan—sudah berada di jalur yang benar. Namun, menurutnya, tantangan terbesar bukan sekadar soal pembebasan uang sekolah atau kuliah, melainkan tingginya biaya hidup yang harus ditanggung pelajar dan mahasiswa setiap harinya.

“Permasalahan utama bukan lagi soal SPP atau UKT, karena itu sudah ditanggung pemerintah. Yang lebih mendesak sekarang adalah biaya harian: transportasi, makan, hingga tempat tinggal,” kata Darlis pada Senin, 17 Juni 2025.

Karena itu, ia mendorong keterlibatan perusahaan-perusahaan besar di Kaltim agar tidak hanya berfokus pada tanggung jawab sosial bersifat umum, tetapi ikut mendanai beasiswa biaya hidup sebagai bentuk kontribusi nyata dalam sektor pendidikan.

“Bantuan semacam itu akan meringankan beban siswa dan mahasiswa, dan sangat mungkin menaikkan angka partisipasi sekolah. Ini bagian dari investasi jangka panjang,” jelasnya.

Tak berhenti pada pembiayaan, Darlis juga menegaskan bahwa mutu pendidikan perlu mendapat perhatian serius. Ia menyebut bahwa kualitas guru, dosen, staf pendidikan, dan kelayakan infrastruktur masih jadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

“Jika kita hanya menggratiskan sekolah, tapi kualitas pengajar buruk dan fasilitas minim, hasilnya tetap tidak maksimal. Maka, pengawasan terhadap implementasi kebijakan pendidikan perlu lebih ketat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Darlis mengingatkan bahwa dengan pertumbuhan penduduk Kaltim yang mencapai 2,8%, pembangunan di sektor pendidikan harus adaptif dan progresif. Ia membandingkan dengan Pulau Jawa, di mana isu pertumbuhan penduduk lebih berkutat pada pemenuhan kebutuhan pangan.

“Di Kaltim, lonjakan jumlah penduduk menuntut kesiapan sumber daya manusia. Dan itu hanya bisa diwujudkan lewat pendidikan yang berkualitas,” tutupnya.(adv)

Berita Terkait

DPRD Kaltim Minta Pengelolaan Pulau Kakaban Libatkan Masyarakat Sejak Awal
DPRD Kaltim Soroti Potensi Tergusurnya Sekolah Swasta dalam Skema Pendidikan Gratis 12 Tahun
Sigit Soroti Rumitnya Administrasi Publik: Dari Pajak Kendaraan hingga Legalitas Tanah
Syarifatul Sya’diah Dorong CSR Tambang Fokus Kembangkan UMKM Lokal
DPRD Kaltim Dorong Swasembada Daging, Limbah Sawit Diusulkan Jadi Pakan Alternatif
DPRD Kaltim Soroti Lambannya Sertifikasi Tanah, Salehuddin: Tak Bisa Biarkan Warga Terjebak Ketidakpastian Hukum
DPRD Kaltim Desak Percepatan Perbaikan Jalan Poros Belayan: Penopang Ekonomi Pedalaman yang Terabaikan
DPRD Kaltim Wanti-Wanti Risiko Penyelewengan Dana Besar Koperasi Merah Putih
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:46 WIB

Industri Komponen Otomotif Tertekan, PHK Mengiringi Penurunan Penjualan Kendaraan di Indonesia

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:47 WIB

Banyak Laporan Pemilu Tak Tuntas, Bawaslu Kaltim Soroti Lemahnya Kualitas Saksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 05:12 WIB

Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Negara dan Dubes RI di Istana Negara

Minggu, 24 Agustus 2025 - 20:29 WIB

Istiqlal Halal Walk 2025 Resmi Dibuka, Menag Tekankan Pentingnya Literasi Halal

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:22 WIB

Immanuel Ebenezer Resmi Dicopot dari Wamenaker Usai Jadi Tersangka Kasus Pemerasan K3

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Status Tenaga Bakti Rimbawan Kaltim Masih Menggantung, DPRD dan Pemprov Segera Koordinasi dengan Kemenhut

Selasa, 19 Agustus 2025 - 16:16 WIB

Uji Coba QRIS Antarnegara: BI dan PBoC Perkuat Konektivitas Pembayaran Indonesia–China

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:10 WIB

Stok Beras Menipis di Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Distributor Utamakan Pasar Tradisional

Berita Terbaru