RPJMD Kaltim 2025–2029 Bukan Sekadar Dokumen, tapi Arah Masa Depan

- Jurnalis

Jumat, 20 Juni 2025 - 06:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda — Penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalimantan Timur 2025–2029 mendapat sorotan serius dari DPRD Kaltim. Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD, Syarifatul Sya’diah, menegaskan bahwa dokumen tersebut bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan akan menjadi kompas pembangunan daerah selama lima tahun ke depan.

“Seringkali dokumen seperti ini dianggap rutinitas. Padahal, dari sinilah semua arah kebijakan dan prioritas pembangunan ditentukan,” ujar Syarifatul, 20 Juni 2025.

Ia menyampaikan bahwa RPJMD harus disusun secara realistis dan berbasis data yang solid, bukan hanya daftar panjang harapan yang sulit diwujudkan. Menurutnya, rencana pembangunan harus sejalan dengan visi dan misi kepala daerah terpilih, dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Kalau tidak dibangun dari data dan kondisi riil, nanti hanya jadi impian yang tak pernah terealisasi. Kita tidak mau seperti itu,” tegas politisi dari Partai Golkar tersebut.

Untuk menyusun dokumen ini secara komprehensif, DPRD akan menjalin kerja sama erat dengan sejumlah instansi dan lembaga seperti Bappeda, BPS, dan Bank Indonesia. Kolaborasi ini penting agar RPJMD memiliki dasar teknokratis yang kuat dan bisa menjawab tantangan aktual, termasuk keterkaitan dengan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kaltim punya beban ganda: membenahi daerahnya sendiri, sekaligus ikut menopang pembangunan IKN. Jadi arah RPJMD harus benar-benar matang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syarifatul menekankan bahwa masalah-masalah mendasar seperti ketimpangan pembangunan, minimnya akses pendidikan berkualitas, hingga ekonomi yang belum stabil di beberapa wilayah, harus masuk dalam prioritas utama RPJMD.

“Jangan sampai dokumen ini hanya sekadar tumpukan kertas tanpa dampak nyata. Kita ingin hasilnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Syarifatul.

Ia memastikan DPRD tidak akan terburu-buru dalam menyelesaikan pembahasan. Menurutnya, kualitas dokumen jauh lebih penting dibanding kecepatan waktu.

“Lebih baik lambat tapi substansial, daripada cepat tapi kosong. Kita ingin RPJMD ini menjawab kebutuhan lapangan, bukan hanya memenuhi ketentuan formal,” tutupnya.(adv)

Berita Terkait

DPRD Kaltim Minta Pengelolaan Pulau Kakaban Libatkan Masyarakat Sejak Awal
DPRD Kaltim Soroti Potensi Tergusurnya Sekolah Swasta dalam Skema Pendidikan Gratis 12 Tahun
Sigit Soroti Rumitnya Administrasi Publik: Dari Pajak Kendaraan hingga Legalitas Tanah
Syarifatul Sya’diah Dorong CSR Tambang Fokus Kembangkan UMKM Lokal
DPRD Kaltim Dorong Swasembada Daging, Limbah Sawit Diusulkan Jadi Pakan Alternatif
DPRD Kaltim Soroti Lambannya Sertifikasi Tanah, Salehuddin: Tak Bisa Biarkan Warga Terjebak Ketidakpastian Hukum
DPRD Kaltim Desak Percepatan Perbaikan Jalan Poros Belayan: Penopang Ekonomi Pedalaman yang Terabaikan
DPRD Kaltim Wanti-Wanti Risiko Penyelewengan Dana Besar Koperasi Merah Putih
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:46 WIB

Industri Komponen Otomotif Tertekan, PHK Mengiringi Penurunan Penjualan Kendaraan di Indonesia

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:47 WIB

Banyak Laporan Pemilu Tak Tuntas, Bawaslu Kaltim Soroti Lemahnya Kualitas Saksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 05:12 WIB

Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Negara dan Dubes RI di Istana Negara

Minggu, 24 Agustus 2025 - 20:29 WIB

Istiqlal Halal Walk 2025 Resmi Dibuka, Menag Tekankan Pentingnya Literasi Halal

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:22 WIB

Immanuel Ebenezer Resmi Dicopot dari Wamenaker Usai Jadi Tersangka Kasus Pemerasan K3

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Status Tenaga Bakti Rimbawan Kaltim Masih Menggantung, DPRD dan Pemprov Segera Koordinasi dengan Kemenhut

Selasa, 19 Agustus 2025 - 16:16 WIB

Uji Coba QRIS Antarnegara: BI dan PBoC Perkuat Konektivitas Pembayaran Indonesia–China

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:10 WIB

Stok Beras Menipis di Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Distributor Utamakan Pasar Tradisional

Berita Terbaru