
SAMARINDA — Program pendidikan gratis dan bantuan seragam sekolah untuk siswa SMA/SMK di Kalimantan Timur yang dikenal dengan nama Gratispol, mulai menjadi bahan pembicaraan publik.
Banyak warga mempertanyakan teknis pelaksanaan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, yang digadang-gadang bakal meringankan beban pendidikan keluarga.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, menyatakan pihaknya siap mengawal penuh pelaksanaan program ini agar tepat sasaran. Ia menyebut tingginya antusiasme masyarakat merupakan sinyal kuat bahwa akses pendidikan gratis masih sangat dibutuhkan.
“Banyak warga yang bertanya ke kami soal teknis pelaksanaan Gratispol. Itu menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan gratis masih sangat tinggi. Kami berkomitmen memastikan program ini benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan,” kata Sapto kepada wartawan, Selasa (22/7/2025).
Menurut Sapto, koordinasi antara DPRD dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim terus dilakukan. Pihaknya juga sudah melakukan diskusi intensif dengan kepala dinas dan jajaran teknis untuk memastikan perencanaan dan pelaksanaan program berjalan sesuai mekanisme.
“Kami sudah berdiskusi dengan Disdikbud untuk mendapatkan kejelasan teknisnya. Bahkan dari daerah lain juga ada yang menanyakan soal program ini, dan saya siap membantu menjelaskan,” lanjutnya.
Meski mendapat dukungan luas, Sapto mengingatkan bahwa program Gratispol tidak dapat dijalankan secara tergesa-gesa. Ada sejumlah tahapan yang harus dilalui, mulai dari penyusunan anggaran, regulasi pendukung, hingga kesiapan teknis pelaksana di lapangan.
“Tidak bisa instan, semua ada prosesnya. Kami ingin program ini benar-benar matang sebelum dijalankan supaya hasilnya maksimal,” tegasnya. (adv)