Harga Beras di Long Apari Tembus Rp1,2 Juta per Karung, DPRD Kaltim Soroti Masalah Transportasi

- Jurnalis

Kamis, 31 Juli 2025 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel.

SAMARINDA – Harga beras di Desa Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, melonjak tajam hingga mencapai Rp1,2 juta per karung 25 kilogram. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur menilai lonjakan harga ini disebabkan oleh masalah transportasi yang belum tertangani secara optimal.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menyebutkan kondisi geografis wilayah pedalaman seperti Long Apari menjadi faktor utama mahalnya harga sembako, terlebih saat memasuki musim kemarau maupun musim hujan.

“Sebenarnya sudah dianggarkan namanya bantuan ongkos angkut. Nah, mungkin ini yang nanti pemerintah Mahakam Ulu akan salurkan supaya transportasi sembako ini tidak mahal seperti itu,” jelas Ekti, Kamis (31/7/2025).

Distribusi logistik ke Mahulu, lanjut Ekti, masih sangat bergantung pada jalur Sungai Mahakam. Sekitar 90 persen pengiriman barang ke kecamatan seperti Long Apari dan Long Pahangai dilakukan melalui jalur air. Namun rute sungai ini kerap bermasalah saat musim kering karena munculnya riam-riam batuan.

“Proses dari Long Bagun ke Long Apari itu masih melalui sungai. Ada tiga riam besar di sana Riam Udang, Riam Halo, dan Riam Panjang. Kalau air surut, perahu sulit melintas karena batu-batunya muncul,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi masalah tahunan. Saat kemarau, permukaan sungai turun drastis. Sebaliknya, saat musim hujan, banjir menjadi tantangan. Kedua kondisi itu berpengaruh langsung pada kenaikan harga barang pokok.

Ekti menegaskan bahwa DPRD Kaltim telah menjalin komunikasi dengan DPRD Mahulu agar bantuan ongkos angkut bisa segera direalisasikan dan distribusi sembako menjadi lebih terjangkau.

“Permasalahannya di transportasi tadi. Itu yang membuat harga sembako jadi sangat mahal. Tapi kami sudah komunikasikan juga dengan DPRD Mahulu agar bantuan ongkos angkut ini bisa segera dimanfaatkan,” pungkasnya. (adv

Berita Terkait

DPRD Kaltim Minta Pengelolaan Pulau Kakaban Libatkan Masyarakat Sejak Awal
DPRD Kaltim Soroti Potensi Tergusurnya Sekolah Swasta dalam Skema Pendidikan Gratis 12 Tahun
Sigit Soroti Rumitnya Administrasi Publik: Dari Pajak Kendaraan hingga Legalitas Tanah
Syarifatul Sya’diah Dorong CSR Tambang Fokus Kembangkan UMKM Lokal
DPRD Kaltim Dorong Swasembada Daging, Limbah Sawit Diusulkan Jadi Pakan Alternatif
DPRD Kaltim Soroti Lambannya Sertifikasi Tanah, Salehuddin: Tak Bisa Biarkan Warga Terjebak Ketidakpastian Hukum
DPRD Kaltim Desak Percepatan Perbaikan Jalan Poros Belayan: Penopang Ekonomi Pedalaman yang Terabaikan
DPRD Kaltim Wanti-Wanti Risiko Penyelewengan Dana Besar Koperasi Merah Putih
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:46 WIB

Industri Komponen Otomotif Tertekan, PHK Mengiringi Penurunan Penjualan Kendaraan di Indonesia

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:47 WIB

Banyak Laporan Pemilu Tak Tuntas, Bawaslu Kaltim Soroti Lemahnya Kualitas Saksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 05:12 WIB

Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Negara dan Dubes RI di Istana Negara

Minggu, 24 Agustus 2025 - 20:29 WIB

Istiqlal Halal Walk 2025 Resmi Dibuka, Menag Tekankan Pentingnya Literasi Halal

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:22 WIB

Immanuel Ebenezer Resmi Dicopot dari Wamenaker Usai Jadi Tersangka Kasus Pemerasan K3

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Status Tenaga Bakti Rimbawan Kaltim Masih Menggantung, DPRD dan Pemprov Segera Koordinasi dengan Kemenhut

Selasa, 19 Agustus 2025 - 16:16 WIB

Uji Coba QRIS Antarnegara: BI dan PBoC Perkuat Konektivitas Pembayaran Indonesia–China

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:10 WIB

Stok Beras Menipis di Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Distributor Utamakan Pasar Tradisional

Berita Terbaru