Banyak Laporan Pemilu Tak Tuntas, Bawaslu Kaltim Soroti Lemahnya Kualitas Saksi

- Jurnalis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FajarBorneo.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim menjabarkan berbagai masalah dalam pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 lalu. Permasalahan yang muncul ini sebagai bentuk evaluasi pengawasan dalam pemilihan umum yang sudah dijalankan.

Bawaslu Kaltim merangkumnya melalui seminar bertajuk “Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu dalam Peningkatan Peran serta dan Partisipasi Masyarakat dalam Mengawal Demokrasi”. Sekaligus juga lembaga ini mencoba menghimpun pandangan publik terkait kinerjanya.

Ketua Bawaslu Kaltim, Hari Dermanto, mengakui bahwa sebagian besar laporan masyarakat tidak bisa diproses lebih jauh di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Menurutnya, ada beragam penyebab, mulai dari minimnya bukti, lemahnya kesaksian, hingga tafsir hukum yang berbeda antar-institusi.

“Sering kali masyarakat bersedia memberikan keterangan, tapi mereka bukan saksi langsung. Sementara orang yang benar-benar melihat kejadian malah enggan berbicara,” ungkap Hari, Senin 26 Agustus 2025 siang

Ia mencontohkan kasus dugaan tindak pidana pemilu di Mahakam Ulu yang terhenti karena kehabisan waktu penanganan. Sementara di Balikpapan, laporan perusakan juga tak berlanjut lantaran saksi tidak cukup dan pihak terlapor menghilang.

“Ini menunjukkan, regulasi saja tidak cukup. Tanpa pelapor dan saksi, hukum pemilu kehilangan daya,” tegasnya.

Hari juga menyinggung tantangan baru pascaputusan Mahkamah Konstitusi mengenai pemisahan pemilu nasional dan daerah serta aturan ambang batas pencalonan presiden.

Menurutnya, perubahan itu mendorong lahirnya regulasi baru dalam bentuk undang-undang sapu jagat (omnibus law) yang akan membuat pola pengawasan lebih kompleks.

Di sisi lain, Bawaslu juga menghadapi persoalan partisipasi, baik dari masyarakat maupun pejabat publik. Dalam proses pencalonan misalnya, ada partai politik yang kesulitan memenuhi kuota keterwakilan perempuan di daerah pemilihan sehingga harus mengurangi jumlah calon laki-laki.

Sementara dalam konteks pelanggaran, jumlah laporan di Pilkada bisa mencapai puluhan, tetapi kualitas saksi sering dianggap lemah.

“Bahkan ada pejabat, seperti seorang wakil wali kota, yang dilaporkan melanggar aturan namun berulang kali mangkir dari panggilan Bawaslu,” ungkapnya.

Hari menyebut, kewenangan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 140 memperkuat posisi Bawaslu dalam ranah administrasi. Namun untuk ranah pidana, Bawaslu masih harus bekerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan melalui Gakkumdu.

Ia juga menjelaskan, ada beberapa usulan muncul agar penanganan pidana pemilu diberikan sepenuhnya kepada Bawaslu.

Salah satu wacana yang berkembang adalah menempatkan jaksa di lingkungan Bawaslu, mirip dengan pola yang diterapkan di KPK.

“Jaksa tetap berstatus aparat penegak hukum, namun bertugas khusus dalam penanganan perkara pemilu,” terangnya.

Hari juga berharap forum serupa bisa dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota Kaltim.

“Suara masyarakat penting sebagai masukan agar pengawasan pemilu berikutnya semakin baik,” pungkasnya. (bct)

Berita Terkait

Wisata Budaya Pampang Samarinda: Menyelami Tradisi Dayak Kenyah di Tanah Kalimantan
Status Tenaga Bakti Rimbawan Kaltim Masih Menggantung, DPRD dan Pemprov Segera Koordinasi dengan Kemenhut
Stok Beras Menipis di Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Distributor Utamakan Pasar Tradisional
Dari Upacara Hingga Konser Merah Putih, Kaltim Rayakan Kemerdekaan dengan Semangat IKN
Demo Besar di Pati Tuntut Bupati Mundur
Sigit Wibowo Sosialisasikan Perda Pajak Daerah Nomor 17 Tahun 2024 kepada Warga RT 80 Karang Rejo Balikpapan
Sigit Wibowo Serap Aspirasi Warga Balikpapan: Elpiji Langka hingga Minimnya Sekolah
PAD Melejit, Fraksi Demokrat Beri Apresiasi dan Catatan Strategis untuk APBD 2024
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:46 WIB

Industri Komponen Otomotif Tertekan, PHK Mengiringi Penurunan Penjualan Kendaraan di Indonesia

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:47 WIB

Banyak Laporan Pemilu Tak Tuntas, Bawaslu Kaltim Soroti Lemahnya Kualitas Saksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 05:12 WIB

Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Negara dan Dubes RI di Istana Negara

Minggu, 24 Agustus 2025 - 20:29 WIB

Istiqlal Halal Walk 2025 Resmi Dibuka, Menag Tekankan Pentingnya Literasi Halal

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:22 WIB

Immanuel Ebenezer Resmi Dicopot dari Wamenaker Usai Jadi Tersangka Kasus Pemerasan K3

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Status Tenaga Bakti Rimbawan Kaltim Masih Menggantung, DPRD dan Pemprov Segera Koordinasi dengan Kemenhut

Selasa, 19 Agustus 2025 - 16:16 WIB

Uji Coba QRIS Antarnegara: BI dan PBoC Perkuat Konektivitas Pembayaran Indonesia–China

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:10 WIB

Stok Beras Menipis di Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Distributor Utamakan Pasar Tradisional

Berita Terbaru