
Samarinda – Isu keterisolasian wilayah pedalaman kembali menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur. Sugiyono, anggota Komisi III DPRD Kaltim, menekankan pentingnya pembangunan jalan penghubung antara Kutai Barat dan Mahakam Ulu (Mahulu) untuk membuka akses wilayah perbatasan yang selama ini tertinggal dari segi infrastruktur dasar.
Menurutnya, aksesibilitas ke Mahulu hingga kini masih sangat terbatas dan nyaris bergantung sepenuhnya pada transportasi sungai atau udara, yang tak hanya mahal, tapi juga menyulitkan distribusi logistik serta layanan publik lainnya.
“Kita harus hadir bagi warga Mahulu. Jalan darat yang layak adalah pintu masuk bagi pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya usai menghadiri rapat di Samarinda, 19 Juni 2025.
Sugiyono menambahkan bahwa pembangunan jalan ini bukan hanya soal penyediaan infrastruktur fisik, melainkan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan antarwilayah. Ia menyayangkan ketimpangan selama ini, di mana perhatian anggaran lebih banyak terserap untuk daerah pesisir dan perkotaan.
“Kondisi Mahulu sangat berbeda dengan daerah lain. Tanpa koneksi darat, wilayah ini seolah dibiarkan sendiri menghadapi keterbatasan,” ucapnya.
Komisi III DPRD Kaltim, lanjutnya, akan terus mengawal usulan ini agar masuk dalam skala prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Selain mendorong alokasi dana yang cukup, pihaknya juga akan memperkuat komunikasi dengan instansi teknis seperti Pemprov Kaltim dan Balai Pelaksana Jalan Nasional.
Sugiyono meyakini bahwa keberadaan jalur darat yang memadai tak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat mendorong tumbuhnya sektor ekonomi lokal, termasuk hasil pertanian, perdagangan, dan pariwisata.
“Ini akan jadi tulang punggung bagi aktivitas warga. Tidak ada wilayah yang bisa berkembang tanpa konektivitas,” tegasnya.
Ia juga menyinggung posisi strategis Mahulu dalam konteks pengembangan wilayah pasca hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, konektivitas antarwilayah harus segera dibuka agar Mahulu dapat terintegrasi dalam peta pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan.
“Kita tidak ingin Mahulu hanya jadi penonton saat IKN tumbuh pesat. Pemerataan pembangunan harus dimulai dari membuka akses. Jalan ini jadi kunci utama,” pungkasnya.(adv)