Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Ingatkan Potensi Kecurangan Jelang PPDB

- Jurnalis

Kamis, 19 Juni 2025 - 06:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda – Menjelang musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2025, Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Baba, mengingatkan seluruh pihak agar tak mengulangi kesalahan lama. Ia menyuarakan kekhawatiran akan potensi praktik curang yang bisa mencederai semangat keadilan dalam dunia pendidikan.

Menurut Baba, setiap kali pendaftaran sekolah dibuka, antusiasme masyarakat untuk memasukkan anaknya ke sekolah unggulan justru membuka ruang bagi munculnya praktik-praktik yang tidak etis.

“Setiap tahun, kita lihat antrean panjang orang tua yang ingin anaknya masuk sekolah favorit. Dalam kondisi seperti ini, penyalahgunaan wewenang bisa saja terjadi kalau tidak ada pengawasan serius,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Kaltim, 19 Juni 2025.

Ia menyoroti bahwa celah-celah penyimpangan kerap muncul lewat jalur afirmasi dan prestasi. Dalam banyak kasus, kuota yang seharusnya ditujukan untuk siswa dari keluarga kurang mampu justru diisi oleh pihak yang tidak sesuai kriteria.

“Kalau jalur afirmasi disalahgunakan, keadilan dalam akses pendidikan jadi hanya sebatas slogan. Anak-anak dari keluarga tak mampu akan terus tertinggal,” ucap Baba.

Ia juga menegaskan pentingnya integritas dalam proses PPDB. Menurutnya, pemerintah daerah dan sekolah harus bekerja ekstra untuk memastikan setiap tahapan berlangsung transparan dan bersih dari intervensi luar.

“Kalau prosesnya bisa diatur-atur, kepercayaan masyarakat pada sistem pendidikan akan runtuh. Ini yang harus kita jaga,” katanya.

Baba menyatakan bahwa Komisi IV berencana melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan PPDB tahun ini. Evaluasi akan mencakup kelemahan aturan yang ada, kendala teknis di lapangan, serta titik-titik rawan penyimpangan.

“Kalau ternyata regulasinya masih longgar, tentu akan kami dorong perbaikan agar tahun depan tidak mengulang masalah yang sama,” tambahnya.

Baba juga menegaskan bahwa sektor pendidikan harus menjadi contoh dalam hal integritas dan akuntabilitas. Jika pendidikan sudah terkontaminasi oleh praktik korupsi, menurutnya, dampaknya akan panjang dan merugikan generasi mendatang.

“Pendidikan itu pondasi. Kalau sudah ada korupsi di dalamnya, kita sedang merusak masa depan anak-anak kita sendiri,” pungkasnya.(adv)

Berita Terkait

DPRD Kaltim Minta Pengelolaan Pulau Kakaban Libatkan Masyarakat Sejak Awal
DPRD Kaltim Soroti Potensi Tergusurnya Sekolah Swasta dalam Skema Pendidikan Gratis 12 Tahun
Sigit Soroti Rumitnya Administrasi Publik: Dari Pajak Kendaraan hingga Legalitas Tanah
Syarifatul Sya’diah Dorong CSR Tambang Fokus Kembangkan UMKM Lokal
DPRD Kaltim Dorong Swasembada Daging, Limbah Sawit Diusulkan Jadi Pakan Alternatif
DPRD Kaltim Soroti Lambannya Sertifikasi Tanah, Salehuddin: Tak Bisa Biarkan Warga Terjebak Ketidakpastian Hukum
DPRD Kaltim Desak Percepatan Perbaikan Jalan Poros Belayan: Penopang Ekonomi Pedalaman yang Terabaikan
DPRD Kaltim Wanti-Wanti Risiko Penyelewengan Dana Besar Koperasi Merah Putih
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:46 WIB

Industri Komponen Otomotif Tertekan, PHK Mengiringi Penurunan Penjualan Kendaraan di Indonesia

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:47 WIB

Banyak Laporan Pemilu Tak Tuntas, Bawaslu Kaltim Soroti Lemahnya Kualitas Saksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 05:12 WIB

Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Negara dan Dubes RI di Istana Negara

Minggu, 24 Agustus 2025 - 20:29 WIB

Istiqlal Halal Walk 2025 Resmi Dibuka, Menag Tekankan Pentingnya Literasi Halal

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:22 WIB

Immanuel Ebenezer Resmi Dicopot dari Wamenaker Usai Jadi Tersangka Kasus Pemerasan K3

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Status Tenaga Bakti Rimbawan Kaltim Masih Menggantung, DPRD dan Pemprov Segera Koordinasi dengan Kemenhut

Selasa, 19 Agustus 2025 - 16:16 WIB

Uji Coba QRIS Antarnegara: BI dan PBoC Perkuat Konektivitas Pembayaran Indonesia–China

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:10 WIB

Stok Beras Menipis di Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Distributor Utamakan Pasar Tradisional

Berita Terbaru