
SAMARINDA — Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dari Daerah Pemilihan Kutai Kartanegara, Salehuddin, menegaskan pentingnya menjadikan event budaya sebagai bagian dari strategi pelestarian identitas lokal di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Salehuddin menilai festival tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari proses membangun semangat kebangsaan dan menjaga jati diri daerah di tengah arus modernisasi dan migrasi budaya yang masif akibat hadirnya IKN.
“Festival ini bukan hanya ajang pertunjukan seni, tapi juga bentuk perlawanan budaya terhadap potensi hilangnya identitas lokal. DPRD Kaltim akan terus mendorong agar kegiatan semacam ini menjadi agenda prioritas daerah,” ungkap Salehuddin.
Politisi Golkar ini juga menyebut bahwa KFBN dapat menjadi ruang integrasi antara pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi rakyat. Menurutnya, pelibatan UMKM dan kehadiran kesenian dari berbagai provinsi adalah bentuk konkret penguatan kebhinekaan.
“Kegiatan ini seharusnya juga bisa menjadi platform penggerak ekonomi kreatif lokal. Kita bisa tarik manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberagaman,” ujarnya.
Ia menggarisbawahi, kehadiran IKN di Kaltim harus menjadi alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk memperkuat budaya lokal agar tidak tersingkir oleh budaya luar.
“Dengan IKN hadir di sini, tantangannya justru lebih besar. Maka DPRD Kaltim melihat pelestarian budaya sebagai isu strategis, bukan pelengkap,” tambahnya.
Diketahui, KFBN 2025 dengan tema besar “Merajut Keberagaman, Melestarikan Kebudayaan, Menuju Pariwisata Nusantara Berkelanjutan.” Festival ini dirangkai dengan Kirab Budaya dan sejumlah pertunjukan dari berbagai daerah. (adv)