
Samarinda – Popularitas sebagai konten kreator kini makin diminati generasi muda. Gaya hidup fleksibel, peluang penghasilan tinggi, hingga sorotan publik yang datang cepat menjadikan profesi ini digandrungi. Namun di tengah tren tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, H. Baba, mengingatkan pentingnya menjaga prioritas terhadap pendidikan.
“Tidak ada yang salah dengan menjadi influencer. Itu profesi zaman sekarang. Tapi saya berharap, jangan sampai sekolah atau kuliah ditinggalkan hanya karena sudah merasa cukup dengan penghasilan dari media sosial,” ujar Baba, Jumat (20/6/2025).
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, pendidikan tetap menjadi pondasi utama untuk masa depan, karena popularitas bisa datang dan pergi, sedangkan ilmu akan terus relevan seumur hidup.
“Konten bisa viral hari ini, besok dilupakan. Tapi kalau kita punya ilmu, itu bekal jangka panjang. Bisa dipakai dalam berbagai situasi, bahkan saat tren digital berubah,” tambahnya.
Baba juga menceritakan sedikit kisah pribadinya. Ia mengaku pernah mengalami masa-masa sulit, harus bekerja sambil sekolah demi mengejar cita-cita. Namun ia tidak pernah membiarkan kesibukan menjadi alasan untuk berhenti belajar.
“Saya tahu rasanya susah. Saya pernah kerja keras sambil sekolah. Tapi saya berprinsip, selama masih ada kesempatan belajar, itu tidak boleh disia-siakan,” ungkapnya.
Ia berharap para generasi muda Kaltim yang kini mulai merintis karier di dunia digital juga tetap membuka diri terhadap proses pendidikan formal. Baginya, kombinasi antara keterampilan digital dan pendidikan yang kuat akan menciptakan generasi unggul yang adaptif dan berdaya saing.
“Silakan berkarya, silakan menghasilkan. Tapi tolong, tetap sekolah. Tetap kuliah. Dunia digital ini cepat berubah, dan hanya mereka yang siap secara pengetahuan yang bisa bertahan lama,” ujarnya.
Selain itu, Baba juga menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam mendampingi para generasi muda di era digital ini. Menurutnya, anak-anak muda memiliki potensi besar, tapi juga rentan jika dibiarkan tanpa arah.
“Mereka kreatif, cepat belajar, dan berani. Tapi tetap butuh bimbingan. Kita semua—orang tua, guru, pemerintah—harus hadir untuk memastikan mereka tidak hanya sukses hari ini, tapi juga siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.(adv)