
SAMARINDA – Persoalan air bersih yang terus membayangi warga Kota Balikpapan kembali menuai sorotan. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, menilai krisis ini sudah terlalu lama dibiarkan tanpa solusi konkret.
“Sampai hari ini Balikpapan masih kekurangan air bersih. Ini masalah mendasar yang tak kunjung tuntas. Kalau tidak segera ditangani, akan terus menghambat pertumbuhan kota,” kata Damayanti, Sabtu (26/7/2025).
Menurutnya, lonjakan penduduk dan urbanisasi memperparah situasi. Ketersediaan air bersih tak sebanding dengan kebutuhan harian masyarakat, dan ini menjadi ancaman bagi kesejahteraan serta arah pembangunan kota.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan Sungai Wain sebagai sumber air baku. Namun, sungai tersebut berada di kawasan hutan lindung, sehingga proses pemanfaatannya terkendala izin dan regulasi lingkungan.
“Masalah utamanya adalah izin. Sungai Wain berada di kawasan hutan lindung, jadi upaya pemanfaatannya terhambat aturan,” jelas legislator dari Fraksi PKB itu.
Ia menyadari dilema antara pelestarian lingkungan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Namun menurutnya, krisis ini tak bisa terus dibiarkan tanpa langkah kompromi.
“Kita butuh air, tapi kita juga harus jaga lingkungan. Harus ada kebijakan yang cerdas, kompromi yang saling menguntungkan,” tegas Damayanti.
Untuk itu, ia mendorong adanya kerja sama lintas sektor antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota Balikpapan, dan kementerian terkait seperti KLHK. Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi kunci keberhasilan mengatasi krisis ini.
“Perlu sinergi yang nyata. Sungai Wain bisa tetap dijaga kelestariannya, tapi juga dimanfaatkan secara bijak untuk memenuhi hak dasar masyarakat,” pungkasnya. (adv)