DPRD Kaltim Soroti Ketimpangan di Balik Pertumbuhan Ekonomi

- Jurnalis

Minggu, 27 Juli 2025 - 06:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kaltim Agus Suwandy.

Anggota DPRD Kaltim Agus Suwandy.

SAMARINDA – Di tengah catatan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang impresif sepanjang 2024, DPRD Kaltim mengingatkan bahwa angka-angka makro tak selalu sejalan dengan kondisi riil masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi Kaltim tercatat mencapai 6,17 persen, melampaui rata-rata nasional. Anggota DPRD Kaltim, Agus Suwandy, menyebut bahwa capaian itu menyimpan ironi.

“Di satu sisi, ada daerah seperti Penajam Paser Utara yang tumbuh hingga 30 persen. Tapi di sisi lain, Bontang justru mengalami kontraksi,” ungkapnya, Minggu (27/7/2025).

Menurut Agus, ketimpangan pertumbuhan antarwilayah menjadi ancaman serius terhadap keadilan sosial dan daya saing Kaltim ke depan. Pansus pun mendorong agar pembangunan tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tapi juga memperhatikan aspek pemerataan dan keberlanjutan.

Hal serupa terjadi pada indikator kemiskinan. Meski secara statistik angka kemiskinan menurun dari 6,11 menjadi 5,78 persen, kualitas hidup warga miskin justru memburuk. Peningkatan Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan menunjukkan semakin beratnya beban hidup kelompok prasejahtera.

“Ini paradoks. Angka kemiskinan memang turun, tapi jurang sosial di antara warga miskin makin dalam. Ada ketimpangan dalam ketimpangan,” ujar Agus.

Enam kabupaten/kota tercatat memiliki tingkat kemiskinan di atas rata-rata provinsi, dengan Mahakam Ulu di posisi tertinggi mencapai 10,75 persen. Ketimpangan juga lebih terasa di wilayah perkotaan, tercermin dari Indeks Gini yang tinggi, menandakan distribusi pendapatan yang tak merata.

Pansus pun mengingatkan bahwa kebijakan pembangunan harus menyentuh akar persoalan sosial dan berbasis data yang akurat. “Tanpa intervensi yang tepat, kita hanya menghias angka, bukan menyelesaikan masalah,” tegasnya.

Selain itu, meskipun inflasi Kaltim tergolong rendah (1,47 persen), distribusinya tidak merata. Kabupaten Berau mencatat inflasi tertinggi, sementara Balikpapan terendah. Hal ini dinilai mencerminkan lemahnya infrastruktur distribusi dan belum terbangunnya sistem logistik yang efisien antarwilayah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, DPRD Kaltim mendorong pemerintah provinsi memperkuat konektivitas, meningkatkan produksi lokal bahan pokok, dan membangun sistem pemantauan harga yang lebih responsif.

“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya menjadi statistik. Ia harus menjadi alat untuk menyatukan dan memperkuat seluruh wilayah,” pungkas Agus. (adv)

Berita Terkait

DPRD Kaltim Minta Pengelolaan Pulau Kakaban Libatkan Masyarakat Sejak Awal
DPRD Kaltim Soroti Potensi Tergusurnya Sekolah Swasta dalam Skema Pendidikan Gratis 12 Tahun
Sigit Soroti Rumitnya Administrasi Publik: Dari Pajak Kendaraan hingga Legalitas Tanah
Syarifatul Sya’diah Dorong CSR Tambang Fokus Kembangkan UMKM Lokal
DPRD Kaltim Dorong Swasembada Daging, Limbah Sawit Diusulkan Jadi Pakan Alternatif
DPRD Kaltim Soroti Lambannya Sertifikasi Tanah, Salehuddin: Tak Bisa Biarkan Warga Terjebak Ketidakpastian Hukum
DPRD Kaltim Desak Percepatan Perbaikan Jalan Poros Belayan: Penopang Ekonomi Pedalaman yang Terabaikan
DPRD Kaltim Wanti-Wanti Risiko Penyelewengan Dana Besar Koperasi Merah Putih
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:36 WIB

Mantapkan Konsolidasi Edi Oloan Lantik Relawan

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:08 WIB

Pimpin IKA PMII Kukar, Al Hifni A Siap Optimalkan Peran Alumni untuk Pembangunan Daerah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:12 WIB

Ini Tiga Kandidat Ramaikan Bursa Calon Ketua IKA PMII Kukar Periode 2026–2031

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:12 WIB

Ribuan Warga Kaltim Bakal Terima PIP, BSPS, PTSL hingga Listrik Gratis

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:40 WIB

Cetak Lulusan Berkualitas, ITKES Wiyata Husada Samarinda Targetkan Status Universitas dengan Akreditasi Unggul

Minggu, 8 Februari 2026 - 08:23 WIB

Pengurus MWC NU, Ranting NU, dan PAC Muslimat NU Kota Bangun Masa Khidmat 2025–2030 Resmi Dilantik

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:59 WIB

Gunung Pegole Jadi Lokasi Uji Terbang Paralayang, Potensi Wisata Alam Sebulu Kian Menonjol

Senin, 22 Desember 2025 - 20:30 WIB

Revitalisasi Pasar Tradisional dan Keadilan Ekonomi: Membaca Pasar Pagi Samarinda dari Perspektif Maqāṣid Syariah

Berita Terbaru

Daerah

Mantapkan Konsolidasi Edi Oloan Lantik Relawan

Minggu, 19 Jul 2026 - 06:36 WIB

Kalimantan Timur

Ribuan Warga Kaltim Bakal Terima PIP, BSPS, PTSL hingga Listrik Gratis

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:12 WIB