Ananda Moeis: Ruang Digital Jangan Jadi Tempat Sebar Kebencian

- Jurnalis

Senin, 28 Juli 2025 - 06:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis.

SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, mengingatkan pentingnya menjaga ruang digital dari penyebaran informasi yang menyesatkan. Ia menyoroti maraknya akun buzzer yang digunakan bukan untuk edukasi, tapi untuk menyebar kebencian dan memperkeruh suasana.

“Buzzer itu sebenarnya hanya alat. Tergantung dipakai untuk apa. Kalau menyebar informasi edukatif, itu baik. Tapi kalau jadi mesin penyebar kebencian, itu yang berbahaya,” kata Ananda, Senin (28/7/2025).

Politisi PDI Perjuangan itu mengaku prihatin dengan meningkatnya narasi negatif di media sosial, terutama yang mengandung hoaks dan isu SARA. Ia menilai, ruang digital seharusnya menjadi sarana partisipasi masyarakat, bukan ajang saling menjatuhkan dengan informasi menyesatkan.

“Demokrasi butuh kritik, tapi kritik yang bertanggung jawab. Bukan komentar yang penuh fitnah dan bawa-bawa isu SARA. Itu jelas melanggar etika,” tegasnya.

Ananda juga mengingatkan bahwa tidak semua kritik di media sosial bersifat konstruktif. Banyak di antaranya yang sengaja dibuat untuk menggiring emosi dan membentuk opini palsu di tengah masyarakat.

“Warga harus lebih cerdas memilah. Jangan sampai kita terpancing oleh narasi yang sengaja dibentuk untuk memecah belah,” ujarnya.

Meski begitu, ia tidak menutup mata bahwa peran buzzer juga bisa positif, asalkan digunakan secara etis dan tidak menyesatkan publik.

“Kalau menyampaikan pendapat di media sosial, silakan. Tapi harus sopan, berdasarkan fakta, dan tidak menimbulkan konflik,” tambahnya.

Ia menutup pernyataannya dengan ajakan kepada masyarakat Kaltim untuk bersama-sama menciptakan ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab.

“Gunakan media sosial dengan bijak. Kritik boleh, tapi jangan sampai kehilangan etika dan rasa tanggung jawab,” pungkasnya. (adv)

Berita Terkait

DPRD Kaltim Minta Pengelolaan Pulau Kakaban Libatkan Masyarakat Sejak Awal
DPRD Kaltim Soroti Potensi Tergusurnya Sekolah Swasta dalam Skema Pendidikan Gratis 12 Tahun
Sigit Soroti Rumitnya Administrasi Publik: Dari Pajak Kendaraan hingga Legalitas Tanah
Syarifatul Sya’diah Dorong CSR Tambang Fokus Kembangkan UMKM Lokal
DPRD Kaltim Dorong Swasembada Daging, Limbah Sawit Diusulkan Jadi Pakan Alternatif
DPRD Kaltim Soroti Lambannya Sertifikasi Tanah, Salehuddin: Tak Bisa Biarkan Warga Terjebak Ketidakpastian Hukum
DPRD Kaltim Desak Percepatan Perbaikan Jalan Poros Belayan: Penopang Ekonomi Pedalaman yang Terabaikan
DPRD Kaltim Wanti-Wanti Risiko Penyelewengan Dana Besar Koperasi Merah Putih
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:46 WIB

Industri Komponen Otomotif Tertekan, PHK Mengiringi Penurunan Penjualan Kendaraan di Indonesia

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:47 WIB

Banyak Laporan Pemilu Tak Tuntas, Bawaslu Kaltim Soroti Lemahnya Kualitas Saksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 05:12 WIB

Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Negara dan Dubes RI di Istana Negara

Minggu, 24 Agustus 2025 - 20:29 WIB

Istiqlal Halal Walk 2025 Resmi Dibuka, Menag Tekankan Pentingnya Literasi Halal

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:22 WIB

Immanuel Ebenezer Resmi Dicopot dari Wamenaker Usai Jadi Tersangka Kasus Pemerasan K3

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Status Tenaga Bakti Rimbawan Kaltim Masih Menggantung, DPRD dan Pemprov Segera Koordinasi dengan Kemenhut

Selasa, 19 Agustus 2025 - 16:16 WIB

Uji Coba QRIS Antarnegara: BI dan PBoC Perkuat Konektivitas Pembayaran Indonesia–China

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:10 WIB

Stok Beras Menipis di Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Distributor Utamakan Pasar Tradisional

Berita Terbaru