Andi Muhammad Afif: Angka Kemiskinan Menurun, Tapi Hidup Masyarakat Miskin Justru Memburuk

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kaltim Andi Muhammad Afif Raihan Harun. (ist)

Anggota DPRD Kaltim Andi Muhammad Afif Raihan Harun. (ist)

Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Muhammad Afif Raihan Harunmenyoroti paradoks di balik angka penurunan kemiskinan di provinsi ini. Meskipun data menunjukkan persentase kemiskinan menurun, kualitas hidup masyarakat miskin justru kian memburuk.

“Warga miskin bukan hanya tetap miskin, tapi makin sulit menjangkau kebutuhan dasar. Ini potret kegagalan distribusi keadilan ekonomi,” tegas Afif.

Data menunjukkan, meski angka kemiskinan turun dari 6,11 persen (2023) menjadi 5,78 persen (2024), namun Indeks Kedalaman Kemiskinan naik dari 0,771 ke 0,799 dan Indeks Keparahan meningkat dari 0,140 menjadi 0,154. Artinya, jurang ketimpangan semakin dalam.

Politikus dari Fraksi Gerindra tersebut juga menilai tata kelola anggaran daerah belum maksimal. Besarnya belanja daerah dinilai belum menjawab kebutuhan nyata masyarakat, terutama di wilayah tertinggal yang masih minim infrastruktur dan pelayanan dasar.

“Belanja besar tidak otomatis menyentuh rakyat kecil. Ini soal efektivitas dan kepekaan anggaran,” lanjutnya.

Afif mendesak pembenahan sistem pengawasan internal dan peningkatan transparansi dalam pelaporan keuangan daerah. Ia mengingatkan, pemerintah provinsi wajib menyusun laporan pertanggungjawaban secara akuntabel, sesuai amanat UU Nomor 23 Tahun 2014.

Tak hanya itu, Dirinya juga menyoroti lemahnya kontribusi BUMD terhadap penerimaan daerah dan pemberdayaan ekonomi lokal. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BUMD pun dianggap mendesak. (adv)

Berita Terkait

DPRD Kaltim Minta Pengelolaan Pulau Kakaban Libatkan Masyarakat Sejak Awal
DPRD Kaltim Soroti Potensi Tergusurnya Sekolah Swasta dalam Skema Pendidikan Gratis 12 Tahun
Sigit Soroti Rumitnya Administrasi Publik: Dari Pajak Kendaraan hingga Legalitas Tanah
Syarifatul Sya’diah Dorong CSR Tambang Fokus Kembangkan UMKM Lokal
DPRD Kaltim Dorong Swasembada Daging, Limbah Sawit Diusulkan Jadi Pakan Alternatif
DPRD Kaltim Soroti Lambannya Sertifikasi Tanah, Salehuddin: Tak Bisa Biarkan Warga Terjebak Ketidakpastian Hukum
DPRD Kaltim Desak Percepatan Perbaikan Jalan Poros Belayan: Penopang Ekonomi Pedalaman yang Terabaikan
DPRD Kaltim Wanti-Wanti Risiko Penyelewengan Dana Besar Koperasi Merah Putih
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:46 WIB

Industri Komponen Otomotif Tertekan, PHK Mengiringi Penurunan Penjualan Kendaraan di Indonesia

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:47 WIB

Banyak Laporan Pemilu Tak Tuntas, Bawaslu Kaltim Soroti Lemahnya Kualitas Saksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 05:12 WIB

Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Negara dan Dubes RI di Istana Negara

Minggu, 24 Agustus 2025 - 20:29 WIB

Istiqlal Halal Walk 2025 Resmi Dibuka, Menag Tekankan Pentingnya Literasi Halal

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:22 WIB

Immanuel Ebenezer Resmi Dicopot dari Wamenaker Usai Jadi Tersangka Kasus Pemerasan K3

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Status Tenaga Bakti Rimbawan Kaltim Masih Menggantung, DPRD dan Pemprov Segera Koordinasi dengan Kemenhut

Selasa, 19 Agustus 2025 - 16:16 WIB

Uji Coba QRIS Antarnegara: BI dan PBoC Perkuat Konektivitas Pembayaran Indonesia–China

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:10 WIB

Stok Beras Menipis di Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Distributor Utamakan Pasar Tradisional

Berita Terbaru