Fraksi Gerindra Soroti Ketimpangan dan Pengangguran Tinggi di Tengah Surplus Pendapatan Kaltim

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Gerindra Andi Muhammad Afif Raihan Harun. (ist)

Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Gerindra Andi Muhammad Afif Raihan Harun. (ist)

SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat surplus pendapatan transfer dari pemerintah pusat pada tahun 2024. Namun, Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Partai Gerindra Andi Muhammad Afif Raihan Harun menilai angka tersebut belum mencerminkan kemajuan yang merata di daerah. Ketimpangan wilayah dan tingginya angka pengangguran justru memperlihatkan rapuhnya fondasi kesejahteraan masyarakat.

“Distribusi kesejahteraan masih timpang. Kota besar berkembang pesat, tapi pedalaman dan pesisir tertinggal,” kata Afif.

Data indeks gini Kaltim tercatat sebesar 0,321 secara agregat. Namun, ketimpangan lebih terasa di wilayah perkotaan. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kaltim mencapai 5,14 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 4,91 persen, dan menjadi yang tertinggi di Kalimantan.

“Ironis. Kaltim menyumbang hampir setengah dari PDRB Kalimantan, tapi justru punya tingkat pengangguran tertinggi. Ini butuh solusi konkret untuk menyerap tenaga kerja,” tegasnya.

Gerindra juga menyoroti lemahnya realisasi pendapatan daerah dari sumber lain yang sah, yang baru mencapai 72,2 persen dari target Rp202,4 miliar. Salah satu penyebabnya, menurut mereka, adalah kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang belum optimal.

“Beberapa BUMD masih merugi. Pemerintah perlu terbuka soal langkah perbaikan, karena ini menyangkut kemandirian fiskal jangka panjang,” ujarnya.

Meski pendapatan transfer daerah tercatat sebesar Rp11,69 triliun atau 106,2 persen dari target, ketergantungan terhadap dana pusat dinilai masih terlalu besar dibanding kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dirinya juga menyinggung anggaran pendidikan yang sudah memenuhi ketentuan undang-undang, yakni sebesar Rp3,79 triliun atau 21,53 persen dari total belanja. Namun mereka menilai evaluasi tetap perlu dilakukan, khususnya pada sektor pendidikan luar biasa dan peningkatan mutu guru.

“Besarnya anggaran belum tentu berdampak langsung. Efektivitasnya harus diukur dari hasil pendidikan yang dicapai,” pungkas Afif. (adv)

Berita Terkait

DPRD Kaltim Minta Pengelolaan Pulau Kakaban Libatkan Masyarakat Sejak Awal
DPRD Kaltim Soroti Potensi Tergusurnya Sekolah Swasta dalam Skema Pendidikan Gratis 12 Tahun
Sigit Soroti Rumitnya Administrasi Publik: Dari Pajak Kendaraan hingga Legalitas Tanah
Syarifatul Sya’diah Dorong CSR Tambang Fokus Kembangkan UMKM Lokal
DPRD Kaltim Dorong Swasembada Daging, Limbah Sawit Diusulkan Jadi Pakan Alternatif
DPRD Kaltim Soroti Lambannya Sertifikasi Tanah, Salehuddin: Tak Bisa Biarkan Warga Terjebak Ketidakpastian Hukum
DPRD Kaltim Desak Percepatan Perbaikan Jalan Poros Belayan: Penopang Ekonomi Pedalaman yang Terabaikan
DPRD Kaltim Wanti-Wanti Risiko Penyelewengan Dana Besar Koperasi Merah Putih
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:46 WIB

Industri Komponen Otomotif Tertekan, PHK Mengiringi Penurunan Penjualan Kendaraan di Indonesia

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:47 WIB

Banyak Laporan Pemilu Tak Tuntas, Bawaslu Kaltim Soroti Lemahnya Kualitas Saksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 05:12 WIB

Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Negara dan Dubes RI di Istana Negara

Minggu, 24 Agustus 2025 - 20:29 WIB

Istiqlal Halal Walk 2025 Resmi Dibuka, Menag Tekankan Pentingnya Literasi Halal

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:22 WIB

Immanuel Ebenezer Resmi Dicopot dari Wamenaker Usai Jadi Tersangka Kasus Pemerasan K3

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Status Tenaga Bakti Rimbawan Kaltim Masih Menggantung, DPRD dan Pemprov Segera Koordinasi dengan Kemenhut

Selasa, 19 Agustus 2025 - 16:16 WIB

Uji Coba QRIS Antarnegara: BI dan PBoC Perkuat Konektivitas Pembayaran Indonesia–China

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:10 WIB

Stok Beras Menipis di Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Distributor Utamakan Pasar Tradisional

Berita Terbaru