Ananda Emira Moeis: Jangan Sisihkan Perempuan Disabilitas dalam Pembangunan Daerah

- Jurnalis

Selasa, 20 Mei 2025 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyoroti rendahnya keterlibatan perempuan penyandang disabilitas dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Ia menyampaikan bahwa kelompok ini masih menghadapi hambatan sistemik yang menghalangi mereka untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

“Perempuan disabilitas belum mendapatkan keadilan akses dalam berbagai layanan dasar. Banyak dari mereka masih terpinggirkan dari sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan yang layak,” ungkap Ananda baru-baru ini.

Menurutnya, situasi tersebut diperburuk oleh stigma sosial serta kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada penyandang disabilitas. Hal ini menyebabkan perempuan disabilitas seringkali hanya dilihat sebagai objek bantuan, bukan sebagai subjek yang memiliki hak dan peran strategis dalam pembangunan daerah.

“Kita harus berhenti memposisikan mereka hanya sebagai penerima bantuan. Perempuan disabilitas punya kapasitas, dan sudah saatnya mereka diberi ruang serta peluang yang setara,” tegasnya.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menekankan pentingnya pembenahan dari sisi regulasi dan pelaksanaan kebijakan di daerah. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menerapkan pendekatan inklusif yang menyentuh kebutuhan riil perempuan disabilitas — mulai dari pendidikan yang adaptif, fasilitas kesehatan yang dapat diakses, hingga program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

“Pemerintah daerah harus mulai menggeser pendekatan dari sekadar bantuan formalitas ke arah perlindungan dan pemberdayaan yang menyeluruh,” ujarnya.

Ananda berharap ke depan akan ada lebih banyak kebijakan afirmatif yang berpihak pada kelompok rentan, termasuk perempuan disabilitas. Ia menilai bahwa inklusivitas adalah kunci untuk menciptakan keadilan sosial dalam pembangunan di Kalimantan Timur.

“Pembangunan tidak akan adil jika ada yang tertinggal. Maka melibatkan perempuan disabilitas secara aktif adalah langkah penting menuju daerah yang lebih setara dan berkeadilan,” pungkasnya.(adv)

Berita Terkait

DPRD Kaltim Minta Pengelolaan Pulau Kakaban Libatkan Masyarakat Sejak Awal
DPRD Kaltim Soroti Potensi Tergusurnya Sekolah Swasta dalam Skema Pendidikan Gratis 12 Tahun
Sigit Soroti Rumitnya Administrasi Publik: Dari Pajak Kendaraan hingga Legalitas Tanah
Syarifatul Sya’diah Dorong CSR Tambang Fokus Kembangkan UMKM Lokal
DPRD Kaltim Dorong Swasembada Daging, Limbah Sawit Diusulkan Jadi Pakan Alternatif
DPRD Kaltim Soroti Lambannya Sertifikasi Tanah, Salehuddin: Tak Bisa Biarkan Warga Terjebak Ketidakpastian Hukum
DPRD Kaltim Desak Percepatan Perbaikan Jalan Poros Belayan: Penopang Ekonomi Pedalaman yang Terabaikan
DPRD Kaltim Wanti-Wanti Risiko Penyelewengan Dana Besar Koperasi Merah Putih
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:46 WIB

Industri Komponen Otomotif Tertekan, PHK Mengiringi Penurunan Penjualan Kendaraan di Indonesia

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:47 WIB

Banyak Laporan Pemilu Tak Tuntas, Bawaslu Kaltim Soroti Lemahnya Kualitas Saksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 05:12 WIB

Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Negara dan Dubes RI di Istana Negara

Minggu, 24 Agustus 2025 - 20:29 WIB

Istiqlal Halal Walk 2025 Resmi Dibuka, Menag Tekankan Pentingnya Literasi Halal

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:22 WIB

Immanuel Ebenezer Resmi Dicopot dari Wamenaker Usai Jadi Tersangka Kasus Pemerasan K3

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Status Tenaga Bakti Rimbawan Kaltim Masih Menggantung, DPRD dan Pemprov Segera Koordinasi dengan Kemenhut

Selasa, 19 Agustus 2025 - 16:16 WIB

Uji Coba QRIS Antarnegara: BI dan PBoC Perkuat Konektivitas Pembayaran Indonesia–China

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:10 WIB

Stok Beras Menipis di Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Distributor Utamakan Pasar Tradisional

Berita Terbaru