Pelabuhan Strategis, Tapi SDM Lokal Tak Dilirik? DPRD Kaltim Angkat Bicara

- Jurnalis

Minggu, 22 Juni 2025 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda — Sorotan kembali diarahkan ke kawasan PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), yang meski terus berkembang sebagai simpul logistik penting di Kalimantan Timur, dinilai belum memberikan dampak maksimal bagi warga lokal.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnandi Ikhsan, menyoroti dua persoalan mendasar yang masih membayangi kawasan pelabuhan tersebut: buruknya akses jalan dan minimnya pelibatan tenaga kerja lokal.

“Jalur menuju KKT kondisinya sudah memprihatinkan, padahal aktivitas logistik di sana sangat padat. Ini harus jadi perhatian serius. Karena jalan itu statusnya nasional, kami akan dorong Balai Jalan agar segera turun tangan,” ujar Firnandi, Senin (23/6/2025).

Ia menyebut, banyak pelaku usaha di kawasan itu mulai mengeluhkan terganggunya distribusi barang akibat kondisi jalan yang rusak. Dampaknya, biaya logistik melonjak dan kecepatan pengiriman menjadi tidak optimal.
Menurutnya, hal ini bertolak belakang dengan semangat percepatan ekonomi yang digaungkan menjelang perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur.

Tak hanya soal infrastruktur, Firnandi juga menyinggung aspek ketenagakerjaan. Ia menilai partisipasi tenaga kerja lokal dalam operasional KKT masih minim. Padahal, perusahaan yang merupakan kerja sama antara Perusda Melati Bhakti Satya dan Pelindo itu seharusnya memberi ruang lebih besar bagi putra daerah.

“SDM lokal kita harus diberdayakan. Jangan sampai jadi penonton di rumah sendiri. Kalau perlu, beri pelatihan dan akses pada teknologi, supaya mereka bisa bersaing,” tegasnya.

Firnandi juga mengingatkan manajemen KKT agar tidak terjebak dalam orientasi bisnis semata. Menurutnya, perusahaan pengelola aset daerah harus punya tanggung jawab sosial yang jelas terhadap masyarakat sekitar.

“Kami menghargai kontribusi finansial KKT ke PAD, tapi jangan sampai itu dijadikan alasan untuk menutup mata terhadap aspek sosial. Keberadaan perusahaan harus juga terasa oleh warga sekitar,” pungkasnya.(adv)

Berita Terkait

DPRD Kaltim Minta Pengelolaan Pulau Kakaban Libatkan Masyarakat Sejak Awal
DPRD Kaltim Soroti Potensi Tergusurnya Sekolah Swasta dalam Skema Pendidikan Gratis 12 Tahun
Sigit Soroti Rumitnya Administrasi Publik: Dari Pajak Kendaraan hingga Legalitas Tanah
Syarifatul Sya’diah Dorong CSR Tambang Fokus Kembangkan UMKM Lokal
DPRD Kaltim Dorong Swasembada Daging, Limbah Sawit Diusulkan Jadi Pakan Alternatif
DPRD Kaltim Soroti Lambannya Sertifikasi Tanah, Salehuddin: Tak Bisa Biarkan Warga Terjebak Ketidakpastian Hukum
DPRD Kaltim Desak Percepatan Perbaikan Jalan Poros Belayan: Penopang Ekonomi Pedalaman yang Terabaikan
DPRD Kaltim Wanti-Wanti Risiko Penyelewengan Dana Besar Koperasi Merah Putih
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:46 WIB

Industri Komponen Otomotif Tertekan, PHK Mengiringi Penurunan Penjualan Kendaraan di Indonesia

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:47 WIB

Banyak Laporan Pemilu Tak Tuntas, Bawaslu Kaltim Soroti Lemahnya Kualitas Saksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 05:12 WIB

Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Negara dan Dubes RI di Istana Negara

Minggu, 24 Agustus 2025 - 20:29 WIB

Istiqlal Halal Walk 2025 Resmi Dibuka, Menag Tekankan Pentingnya Literasi Halal

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:22 WIB

Immanuel Ebenezer Resmi Dicopot dari Wamenaker Usai Jadi Tersangka Kasus Pemerasan K3

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:15 WIB

Status Tenaga Bakti Rimbawan Kaltim Masih Menggantung, DPRD dan Pemprov Segera Koordinasi dengan Kemenhut

Selasa, 19 Agustus 2025 - 16:16 WIB

Uji Coba QRIS Antarnegara: BI dan PBoC Perkuat Konektivitas Pembayaran Indonesia–China

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:10 WIB

Stok Beras Menipis di Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Distributor Utamakan Pasar Tradisional

Berita Terbaru