
SAMARINDA – Ancaman kepunahan Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) semakin nyata. Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V Zahry, mengajak semua pihak mulai dari pemerintah hingga masyarakat untuk segera bertindak menyelamatkan mamalia air langka itu.
Sarkowi menyebut, pesut bukan hanya ikon keanekaragaman hayati Kalimantan Timur, tetapi juga indikator penting kesehatan ekosistem Sungai Mahakam. Ia mengingatkan bahwa spesies ini sangat rentan karena hanya mampu berkembang biak maksimal tiga kali seumur hidup, dengan usia rata-rata hanya 40 tahun.
“Dengan siklus hidup yang terbatas seperti itu, upaya penyelamatan harus segera dilakukan. Kita tidak bisa menunggu sampai kondisinya benar-benar kritis,” tegasnya, Jumat (25/7/2025).
Anggota Komisi III DPRD Kaltim itu mendorong dibentuknya kerja sama konkret antara pemerintah daerah, kementerian, pelaku industri, hingga komunitas lokal untuk menyusun strategi konservasi yang terukur dan berkelanjutan.
Menurutnya, penyelamatan Pesut Mahakam tidak bisa dibebankan hanya kepada satu instansi. “Koordinasi yang kuat antara pusat dan daerah sangat diperlukan. Industri juga harus ambil tanggung jawab atas dampak aktivitas mereka terhadap sungai,” ujarnya.
Sarkowi juga menekankan pentingnya segera membuat peta jalan konservasi yang mencakup edukasi publik, penguatan regulasi lingkungan, hingga alokasi anggaran khusus.
“Kita perlu langkah serius. Jangan sampai satu-satunya mamalia air di Sungai Mahakam ini hanya tinggal cerita bagi generasi mendatang,” tutupnya. (adv)