Fajarborneo.com, Kutai Kartanegara – Kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pantai Tanah Merah, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, dari kisaran Rp150 juta-Rp200 juta menjadi Rp800 juta akan ditelusuri DPRD Kutai Kartanegara (Kukar).
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, berencana meninjau langsung destinasi wisata tersebut untuk mengetahui faktor yang memengaruhi peningkatan pendapatan setelah pergantian pengelola.
Menurutnya, perubahan angka PAD tersebut perlu dievaluasi, terutama untuk mengetahui sejauh mana perbaikan manajemen berpengaruh terhadap hasil pengelolaan destinasi wisata.
“Saya khawatir sebelumnya ada potensi kebocoran PAD. Namun, kita tidak bisa langsung menyimpulkan demikian karena perlu melihat apakah peningkatan tersebut disebabkan perbaikan manajemen atau terdapat faktor lain, seperti biaya operasional,” jelasnya, Sabtu (7/11/2026).
Ahmad Yani mengatakan, hasil peninjauan nantinya dapat menjadi bahan evaluasi DPRD terhadap pola pengelolaan destinasi wisata di Kukar. Jika peningkatan pendapatan terbukti didukung manajemen yang lebih baik, pola tersebut dapat dipertimbangkan untuk pengembangan destinasi lainnya.
“Kita ingin mengetahui mengapa pengelolaan sebelumnya hanya menghasilkan PAD sekitar Rp150 juta hingga Rp200 juta, sedangkan pengelolaan sekarang bisa mencapai Rp800 juta,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ahmad Yani menegaskan dukungan terhadap pengembangan pariwisata harus diberikan secara merata, baik kepada destinasi yang dikelola pemerintah maupun pihak swasta.
Ia menyebut sejumlah pengelola wisata selama ini menyampaikan keluhan terkait dukungan pemerintah yang belum maksimal, terutama dalam penyediaan infrastruktur dasar seperti akses jalan, listrik, air bersih, dan jaringan internet.
Menurutnya, fasilitas tersebut berpengaruh terhadap kenyamanan pengunjung dan daya tarik destinasi. Karena itu, DPRD siap mendorong pemerintah daerah melakukan intervensi pembangunan apabila dibutuhkan untuk menunjang pengembangan kawasan wisata.
“Prinsipnya, kami tidak memihak pengelola swasta maupun pemerintah. Semuanya harus mendapatkan dukungan agar destinasi wisata di daerah bisa maju, berkembang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menilai pembenahan destinasi perlu memperhatikan pengalaman pengunjung. Ketersediaan fasilitas yang memadai menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat mendapatkan kenyamanan selama berwisata.
“Pada dasarnya, orang berwisata ingin mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan membahagiakan. Karena itu, destinasi wisata harus benar-benar dibenahi dan didukung infrastruktur yang memadai,” katanya.
Ahmad Yani menambahkan, kunjungan DPRD ke Pantai Tanah Merah juga akan dimanfaatkan untuk melihat kondisi pengelolaan terkini serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan di lapangan.
(Adv/Hen/FB)








