Fajarborneo.com, Kutai Kartanegara – Turnamen sepak bola di Desa Sebelimbingan, wilayah hulu Kutai Kartanegara (Kukar), tak hanya menjadi ajang persaingan antarklub. Kehadiran pemain profesional dan aktivitas perdagangan selama 27 hari penyelenggaraan diharapkan memberi dampak bagi pembinaan atlet muda sekaligus perekonomian masyarakat setempat.
Anggota Komisi III DPRD Kukar, Taufik Radiannur, mengatakan turnamen tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong perkembangan sepak bola di daerah pemilihan (Dapil) VI yang meliputi tujuh kecamatan. Kegiatan itu didukung melalui pokok-pokok pikiran (pokir) yang disalurkan lewat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Turnamen di Sebelimbingan diikuti 48 klub. Jumlah tersebut dibatasi sesuai kapasitas penyelenggaraan, meski kompetisi tetap terbuka bagi klub dari berbagai daerah. Setiap tim juga diperbolehkan merekrut pemain profesional untuk memperkuat skuadnya.
“Sebelumnya, turnamen ini saya laksanakan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) yang dimasukkan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga. Pada pelaksanaan sebelumnya, turnamen diikuti sebanyak 48 klub,” ujarnya.
Taufik menyebut, penyelenggaraan tahun ini juga berlangsung di Muara Wis dengan jumlah peserta mencapai 83 klub. Sementara itu, pembatasan peserta di Sebelimbingan dilakukan agar kompetisi berjalan sesuai kapasitas yang telah ditentukan.
Menurutnya, keterlibatan pemain profesional dapat memberikan pengalaman langsung bagi atlet muda di kawasan hulu. Mereka berkesempatan menyaksikan kualitas permainan, teknik, serta kemampuan pemain yang telah berkompetisi di level profesional.
“Tujuan kegiatan ini tentu untuk memotivasi atlet-atlet sepak bola yang ada di daerah pemilihan (Dapil) VI, khususnya di tujuh kecamatan. Namun, turnamen ini kami laksanakan secara terbuka. Artinya, klub mana pun yang mengikuti diperbolehkan mengambil pemain profesional,” jelasnya.
Ia berharap, kesempatan tersebut dapat memacu generasi muda untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan sepak bola. Dengan demikian, turnamen tidak hanya menjadi kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga ruang pembelajaran bagi pemain lokal.
“Hal ini juga bertujuan memotivasi adik-adik kita yang berada di wilayah hulu. Dengan melihat pemain-pemain profesional bertanding, diharapkan mereka semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan sepak bolanya,” katanya.
Selain pembinaan olahraga, penyelenggaraan selama kurang lebih 27 hari itu turut membuka peluang usaha bagi masyarakat. Area sekitar lapangan dimanfaatkan warga untuk berjualan, mulai dari keluarga di Desa Sebelimbingan hingga pedagang dan pelaku UMKM dari luar desa.
“Selain olahraga, kegiatan ini juga bertujuan menggerakkan UMKM di wilayah hulu. Selama 27 hari turnamen berlangsung, keluarga dan pedagang di Desa Sebelimbingan berjualan di sekitar lapangan sepak bola,” ungkap Taufik.
Ramainya penonton selama pertandingan turut menciptakan aktivitas jual beli. Kondisi tersebut diharapkan meningkatkan perputaran uang sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi warga yang memanfaatkan kegiatan olahraga sebagai peluang usaha.
“Masyarakat yang datang menonton juga berbelanja, sehingga kegiatan UMKM dapat berjalan dengan baik. Dampaknya tidak hanya dirasakan keluarga di Desa Sebelimbingan, tetapi juga pedagang dari luar desa yang ikut berjualan. Dengan begitu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” tuturnya.
Taufik menambahkan, nilai hadiah turnamen juga mengalami peningkatan setelah Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menghadiri pembukaan kegiatan dan berdiskusi dengan penyelenggara. Kenaikan tersebut merupakan inisiatif bupati untuk menambah motivasi klub peserta.
“Terkait hadiah, memang ada kenaikan yang dilakukan oleh Bapak Bupati. Saat pembukaan turnamen beberapa waktu lalu, Bapak Bupati hadir dan atas inisiatif beliau setelah berdiskusi dengan kami, hadiah ditingkatkan,” ujarnya.
“Tujuannya untuk memotivasi klub-klub yang berpartisipasi agar semakin bersemangat mengikuti turnamen,” pungkasnya.
(Adv/Hen/FB)








